Kofu Akhir Desember 2014 (2): Menengok Gunung Fuji dari Panorama-dai

Setelah berpisah dengan teman baru saya di halte bis di depan Museum Kage-ei no mori, saya menyeberangi sungai lagi, kembali ke jalan yang dijuluki ‘Crystal Road’. Di jalan yang diapit oleh berbagai toko yang menawarkan produk batu dan kristal ini, saya melangkahkan kaki ke utara. Banyak toko yang tidak buka, karena akhir tahun. Toh sedang tidak banyak pengunjung juga. Saya hanya berpapasan dengan mungkin empat-lima orang.

kofu27

Pandangan saya tertumbuk ke salah satu toko yang berukuran lebih besar dibandingkan rata-rata toko lain. CRYSTAL SOUND, demikian nama yang terpampang. Rupa-rupanya toko itu merangkap sebagai museum gratis. Saya jadi teringat toko-toko batu/kristal di Thailand yang menawarkan atraksi semisal pameran diorama penambangan dan pengolahan batu. Kira-kira sama tidak, ya? Hmmm, nanti deh kalau masih ada waktu saya akan coba masuk. Sekarang saya bergegas untuk naik ropeway ke Panorama-dai. More

Kofu Akhir Desember 2014 (1): Menelusuri Ngarai Shosenkyo

Pagi menjelang. Sambil menikmati sarapan di hotel, saya memikirkan betapa sayangnya harus meninggalkan prefektur Nagano yang bersalju, kembali ke prefektur Yamanashi yang tidak tampak seperti telah memasuki musim dingin. Namun keputusan saya kemarin untuk berganti haluan menuju Matsumoto terlebih dahulu ternyata merupakan pilihan tepat. Pasalnya, hari ini matahari bersinar cerah sekali dan tak ada tanda-tanda awan gelap. Cocok untuk hiking!

kofu02

Dari stasiun Matsumoto, saya menumpangi kereta Jalur Chuo menuju Kofu. Cukup banyak juga orang yang turun di stasiun utama Kofu, dan mereka semua merubung ke jalur yang sama dThis post is about Japani terminal bis, membuat saya yakin bahwa mereka semua juga hendak mendatangi Ngarai Shosenkyo seperti saya. Ada sedikit rasa ngeri bis berikutnya yang datang tidak akan bisa memuat kami semua, dan saya (yang berdiri agak di belakang barisan) mungkin ditinggal dan harus menunggu bis berikutnya. Bis menuju Shosenkyo tidak terlalu rapat jadwalnya, dan di musim libur akhir tahun ini, frekuensi bis juga dipangkas. Untunglah, kami semua masih terangkut oleh bis yang datang, dan saya juga masih mendapat tempat duduk. More

Kawaguchiko (2) – Desember 2013/Maret 2014 – Music Forest

This post is about Japan

Akhirnya saya tergugah untuk menulis lagi di blog ini, menyambung cerita yang sudah lama ditinggalkan tanpa berkelanjutan.

Saya menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda ketika dulu  saya mendatangi Jepang sebagai wisatawan dan sekarang setelah saya berdiam di sini. Dulu, rasanya segala sesuatu serba baru, serba menarik. Sewaktu pulang ke tanah air, ada perasaan menggebu-gebu untuk menceritakan berbagai hal yang saya alami itu. Namun, sebagai orang yang kini tinggal di Jepang, hal-hal yang tadinya terasa baru dan sangat menarik itu menjadi keseharian, sehingga dorongan bercerita tidak sekuat dulu. Tetapi saya telah dapati bahwa menuangkan kenangan dalam bentuk tertulis kerap kali menyelamatkan detail-detail dari keterlupaan. Kadang-kadang saya membaca tulisan-tulisan lama saya dan berpikir, “Wah, saya tidak ingat lagi soal ini. Untung dulu ditulis!”

music-forest01

More

Kawaguchiko: Desember 2013 (1)

 

 

This post is about Japan

Gunung Fuji! Gunung yang satu ini memang sudah menjadi salah satu ikon Jepang. Banyak yang bilang, kalau ke Jepang belum lihat Gunung Fuji, tak lengkap rasanya. Kenapa Gunung Fuji sedemikian penting bagi masyarakat Jepang, sampai sejak dahulu kala sering dijadikan objek karya seni? Demikian pertanyaan yang diajukan seorang teman kepada dosen saya. Kami tadinya mengharapkan jawaban yang mistis atau semacamnya. Namun jawaban dosen saya sederhana saja: “Di Jepang banyak gunung, tapi biasanya menempel membentuk pegunungan. Sementara Gunung Fuji berdiri sendirian, sehingga bentuknya terlihat bagus dan jelas. Lalu dari  cerita-cerita orang Edo (Tokyo jaman dulu), kecantikan Gunung Fuji menyebar ke seluruh Jepang, membuat orang-orang juga ingin melihat Gunung Fuji.”

kawaguchiko-winter2013-05

More