23 Mei 2010: hari lahirnya Tim Lompat-lompat

Tim Lompat-lompat, dalam sebuah diskusi di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota DKI Jakarta, dengan dua di antara tiga meminum teh dan kopi yang mereka beli di kafe tempat mereka nongkrong, sementara yang satu lagi tidak pesan apa-apa sambil berpikir-pikir bagaimana mengeluarkan kopi kalengan yang ia beli di supermarket dari tasnya, akhirnya diproklamirkan.  Atau, seperti yang mungkin akan segera ditunjukkan ahli bahasa kepada kami, kata yang benar adalah ‘diproklamasikan’.  Ahli bahasa lain juga mungkin akan segera menunjukkan kepada kami bahwa kalimat pertama itu terlalu panjang dan tidak efektif.

Baiklah.

Kami hanya berharap kami bisa berbagi pengalaman kami lompat-lompat ke berbagai belahan dunia.  Kami juga sedang menyiapkan sebuah buku mengenai salah satu lompat-lompatan kami. Marilah berdoa buku itu akan segera melihat matahari pagi, atau lebih tepatnya, berdiri di bawah siraman lampu toko buku…

Advertisements