Istana Akasaka, Februari 2016

akasaka04

Sebenarnya masih banyaaak sekali ‘tabungan’ cerita saya tentang Jepang dari tahun 2014-2015. Tapi kali ini kita melompat dulu ya ke tahun ini, tepatnya ke bulan Februari 2016. Soalnya, bulan lalu, berkat info dari seorang teman (thanks, Dira!) saya berkesempatan mengunjungi Istana Akasaka, yang hanya dibuka untuk umum pada waktu-waktu tertentu. Jadi saya tulis ini cepat-cepat, agar kalau-kalau Anda akan mengunjungi Jepang, Anda bisa cek apakah istana ini sedang terbuka untuk umum atau tidak.This post is about Japan

Oya, foto-foto yang saya hadirkan di sini hanya foto-foto dari sebelah luar istana. Di dalam istana, tidak boleh mengambil foto. Barangkali untuk menjaga kerahasiaan juga. Maklumlah, istana ini sebenarnya masih menjalankan fungsi penting, yaitu sebagai tempat penginapan tamu negara.

More

Advertisements

Gunung Takao: rumah para Tengu 2013

This post is about Japan

Terutama di akhir minggu, saya kerap menjumpai orang-orang yang berpenampilan siap mendaki gunung menaiki kereta Chuo Line ke arah luar Tokyo. Mereka adalah penduduk ibukota yang ingin menghabiskan hari libur dengan hiking di beberapa gunung yang mudah tercapai dari Tokyo – salah satunya adalah Takao-san, alias Gunung Takao. Gunung ini populer di kalangan orang Tokyo bukan hanya karena pemandangannya yang mengesankan, terutama di musim semi dan musim gugur, melainkan juga karena mudah dijangkau. Dari Tokyo atau Shinjuku, cukup naik Chuo Line menuju stasiun Takao. Gunungnya juga tidak terlalu tinggi, hanya 600 meter kurang semeter, sehingga seluruh kunjungan ke sana bisa dituntaskan dalam satu hari.

takaosan-02

Saya sendiri ke Takao karena tidak mau kalah. Ceritanya, asosiasi yang mempertemukan mahasiswa Jepang dan mahasiswa asing di kampus saya akan mengadakan acara jalan-jalan ke Takao beramai-ramai. Saya kok ya malas kalau perginya bersama rombongan besar, tapi saya juga tidak mau kalau hanya kebagian cerita saja. Akhirnya sebelum jadwal keberangkatan mereka, saya berangkat sendirian ke Takao!

More

Kebun Binatang Tama Mei 2014

This post is about Japan

Ya ampun.

Sewaktu saya membuka kumpulan foto saya, dengan maksud untuk (akhirnya) melanjutkan menulis pengalaman saya di blog ini, terperanjat saya menyadari bahwa sudah setahun berlalu sejak saya mengunjungi Kebun Binatang Tama – alias Tama Zoo, alias Tama Doubutsuen. Sedemikian banyakkah waktu saya yang tersisa oleh kehidupan sehari-hari sampai-sampai foto-foto ini menanti sampai setahun sebelum saya tengok lagi?

Baiklah, memang pada dasarnya tidak akan ada tulisan yang jadi bila saya tidak menggerakkan jari-jari saya untuk menulis – atau tepatnya, mengetik. Jadi, sambil meminum Lipton Royal Tea Latte di sebuah apartemen di Tokyo, marilah saya bercerita tentang kebun binatang yang satu ini.

tamazoo-03

More

Taman Showa Kinen, Tachikawa (2) – musim gugur 2014

This post is about Japan

Setelah menengok Taman Showa Kinen di musim semi dan musim panas, sekarang kita lihat yuk bagaimana keadaannya di musim gugur.

Salah seorang sensei saya memberi tahu bahwa di Showa Kinen terdapat deretan pohon ginkgo yang tampak sangat cantik pada puncak musim gugur. Terpikat oleh warna keemasan daun ginkgo yang nyaris gugur, saya pun kembali ke taman itu di pertengahan November 2014.

Wah, benar saja. Bahkan sebelum memasuki gerbang pun sudah terlihat pemandangan yang didominasi warna kuning dan merah pepohonan yang telah menarik klorofil mereka ke dalam batang, demi menghadapi musim dingin.

showakinen-autumn-01

Saya datang di hari yang tepat: langit sedemikian biru cerah, tidak berawan. Kontras warna kuning daun dengan langit tampak cantik sekali!

showakinen-autumn-02

More

Taman Showa Kinen, Tachikawa (1) – musim semi dan musim panas 2014

This post is about Japan

Masih dalam rangka memperkenalkan tempat-tempat wisata di sekitar Tokyo, kali ini saya akan memperkenalkan Showa Kinen Kouen, alias Taman Showa Kinen. Letaknya di Tachikawa, salah satu daerah suburban Tokyo. Stasiun Tachikawa adalah sebuah stasiun yang cukup besar, tempat pertemuan 3 jalur kereta JR: Chuo Line, Ome Line, dan Nambu Line. Selain itu, terdapat dua stasiun Tama Monorail yang mengapit stasiun JR: Kita-Tachikawa di sebelah utara dan Minami-Tachikawa di sebelah selatan.

Sebagai daerah penyangga Tokyo, Tachikawa memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk beraneka pusat perbelanjaan, yang mencakup juga salah satu cabang IKEA. Berbagai toko dan restoran bisa ditemukan di sekitar stasiun, dan berjalan-jalan di situ bisa menjadi kegiatan yang cukup menyenangkan, apalagi Tachikawa belum seramai daerah-daerah dalam Tokyo seperti Shibuya atau Shinjuku. Oleh karena letaknya masih terhitung cukup jauh di luar kota (meskipun dengan kereta sebenarnya tidak sampai sejam dari Shinjuku, waktu yang terhitung singkat bagi komuter Jabodetabek!), udara di Tachikawa masih bersih dan segar. Pegunungan pun mudah terlihat, langit juga terasa luas.

showakinen-spring-02

More

Salam Tahun Baru dari Kaisar Jepang 2015

This post is about Japan

Selamat Tahun Baru 2015!

Bagaimana Anda merayakan malam pergantian tahun?  Saya pergi menonton sebuah konser hitungan-mundur alias countdown live.  Tapi sekarang saya bukan hendak bercerita soal itu, melainkan tentang acara yang berlangsung pada tanggal 2 Januari di Istana Kekaisaran: Kaisar beserta keluarga kekaisaran memunculkan diri untuk menyapa rakyat dan memberikan ucapan selamat tahun baru. Saya dan seorang teman pun dengan semangat bergelora (gara-gara penasaran) pagi-pagi sudah berangkat ke Istana, bergabung dengan beribu-ribu orang lainnya yang juga ingin melihat Kaisar. Bila menggunakan kereta JR, kita bisa turun di Stasiun Tokyo. Beberapa stasiun kereta bawah tanah pun ada di dekat Istana, misalnya stasiun Nijubashi-mae di jalur Chiyoda.

kaisar01

Kita hanya bisa masuk melalui gerbang utama di Nijubashi, dengan waktu terbatas yaitu antara pukul 9.30 pagi sampai 14.10 siang. Keluarga kekaisaran sendiri hanya akan muncul 5 kali, dimulai dari paling pagi pukul 10.10 dan paling akhir pukul 14.20. Kami tiba di depan Istana sekitar pukul 9 pagi, dan sudah banyak orang datang berbondong-bondong.

More

Ome, Januari 2014

This post is about Japan

Hari itu saya libur, dan tidak ada kerjaan.  Tanggalnya adalah 13 Januari 2014, hari libur nasional di Jepang karena berkenaan dengan Seijin no Hi, Coming-of-Age Day, perayaan bagi orang-orang yang dianggap telah dewasa karena telah berulang tahun ke-20.  Iseng, saya pun naik kereta Chuo Line sampai ke Ome.  Tidak ada alasan khusus, saya hanya ingin mencari tahu seperti apa kota kecil yang terletak di ujung salah satu cabang Chuo Line itu.

IMG_1079

IMG_1049

Bangunan kuning gading di sebelah kanan adalah stasiun Ome. Bentuknya yang kuno dipertahankan.

More

Edo-Tokyo Open-air Architectural Museum

This post is about Japan

Halo semuanya.  Akhirnya setelah sekian lama, saya bisa mulai mengisi blog ini lagi.  Dan, seperti yang sebelumnya saya katakan, karena sekarang saya berdomisili di Jepang, maka isi blog saya mulai saat ini akan didominasi oleh tulisan mengenai Jepang.  Saya tidak hanya akan menulis mengenai tempat-tempat yang telah sangat populer di mata turis asing, melainkan juga yang masih jarang dikunjungi orang.  Contoh dari tempat yang terakhir itu adalah Edo-Tokyo Open-air Architectural Museum, yang akan saya bahas sekarang.

IMG_0086

Mausoleum Jisho-in (Otama-ya), dibangun oleh putri Chiyo untuk ibunya, Ofuri-no-kata, istri shogun ketiga, Iemitsu Tokugawa.

Mausoleum Jisho-in (Otama-ya), dibangun oleh putri Chiyo untuk ibunya, Ofuri-no-kata, istri shogun ketiga, Iemitsu Tokugawa.

More

Tokyo: Dari Meiji-Jingu ke Tokyo Tower

This post is about Japan

Perhatikan baik-baik foto di bawah ini.  Kira-kira dalam bayangan Anda, foto ini saya ambil di kawasan pedesaan, ataukah di perkotaan?

Meski barangkali hal pertama yang terlintas di benak saat melihat foto ini adalah pedesaan yang jauh dari kota, namun sebenarnya foto ini saya ambil di Tokyo.  Ya, di tengah megapolitan yang dihuni puluhan juta orang, masih bisa kita temui hutan lebat dan sungai bersih yang mengalir.  Walaupun sebenarnya foto ini adalah foto taman di kompleks kuil Asakusa.  Tapi nanti di bawah akan saya tunjukkan tempat yang masih pantas kita sebut ‘hutan di tengah Tokyo’ itu.

More

Ueno dan Pameran Buddha Tezuka Osamu

This post is about Japan

Kalau menilik kalimat terakhir pada tulisan saya sebelumnya, maka sekarang ini seharusnya saya membahas tentang Nara, ya?  Tetapi bolehlah saya tunda niat menulis tentang Nara sejenak, dan beralih ke Tokyo (yang, setelah dipikir-pikir, masih sedikit kami bahas).  Tepatnya ke Ueno, di mana terdapat sejumlah museum yang amat memikat, juga taman, kompleks pemakaman, dan kebun binatang.  Malah sebenarnya, Ueno-lah tempat pertama yang kami kunjungi begitu tiba di Jepang.

More

Previous Older Entries