Hannou, Februari 2015: Yang turut mekar berkat bunga Edo

This post is about Japan

Halo, apa kabar? Selamat tahun baru 2017! Lama tidak bersua. Sudah lama juga ya saya tidak menulis di blog ini. Selain karena tingkat kesibukan pekerjaan yang lumayan tinggi dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2016, saya juga barusan kembali dari Jepang setelah berkeliaran di sejumlah daerah di Pulau Kyushu dan Pulau Shikoku. Nanti tentunya saya juga akan bercerita tentang perjalanan terbaru saya itu, tapi sekarang saya akan berbagi cerita tentang perjalanan-perjalanan saya sebelumnya, ya. Kali ini saya ingin bercerita tentang Hannou.

hannou11 More

Advertisements

Tepi sungai dan es serut di Nagatoro, Mei 2015

This post is about Japan

Saya belum pernah sebelumnya mendengar tentang Nagatoro. Kota kecil di prefektur Saitama ini hanya berpenduduk 8.000-an orang, dan rasa-rasanya tidak banyak diperbincangkan di antara turis asing. Namun bagi turis domestik, terutama yang bertempat tinggal di sekitar Kanto, Nagatoro cukup populer, apalagi saat musim panas.

iwadatani02

More

Shibazakura di Hitsujiyama, Mei 2015

This post is about JapanSebenarnya, saya sudah gatal ingin menulis tentang Jepang di musim dingin. Namun, saya pikir ada baiknya menyelesaikan dulu tulisan tentang Jepang di awal musim panas (2015) ini. Setelah sebelumnya membahas soal Jogasaki Kaigan dan kota Ito di Semenanjung Izu, kini saya ingin bercerita soal sungai dan pegunungan di Saitama.

hitsujiyama02Memang sih, kalau mendengar kata ‘Saitama’, banyak yang teringat akan karakter sebuah serial manga dan anime populer… bukan, bukan dia yang saya maksud! Kebanyakan orang mengaitkan prefektur ‘Saitama’ sebagai prefektur tetangga Tokyo yang ‘biasa banget’, karena bayangannya lebih kepada ibukotanya, yang namanya juga Saitama. Penggemar musik mungkin mengenal Saitama Super Arena, namun selain itu, apa lagi hayo yang kita tahu dari Saitama? Oke, ada Kawagoe, ‘Little Edo’, yang sebelumnya pernah saya bahas. Selain itu? Daerah Saitama yang merupakan suburban Tokyo tidak terasa istimewa-istimewa amat, bahkan bila kita menyambanginya, kita mungkin belum merasa keluar dari Tokyo karena kotanya ya mirip-mirip saja dengan Tokyo.

More

Festival Sejuta Cahaya Kawagoe 2014

This post is about Japan

Prak prok, prak prok, terdengar suara langkah kaki prajurit-prajurit Romawi menyusuri jalan aspal yang panas membara diterpa sinar matahari bulan Juli yang gila-gilaan. Lho… tapi… tunggu sebentar. Memangnya saya saat ini sedang berada di mana, dan kapan?

kawagoe01

Yah, sebenarnya saya sedang berada di Kawagoe (川越), sebuah kota kecil yang terletak tidak begitu jauh dari Tokyo. Julukannya adalah Koedo – Edo kecil, karena ada sejumlah bagian kota dengan bangunan-bangunan zaman Edo (nama lama Tokyo) yang masih terlestarikan dengan baik di kota ini. Kawagoe memang memiliki nuansa Edo yang cukup kental, karena di zaman Edo (1603-1867) kota ini memang punya peran penting dan hubungan baik dengan Edo.

kawagoe02

Jadi lucu juga ya, hendak melihat wajah lama Tokyo, justru harus pergi agak ke luar kota sedikit. Tapi dengan lama perjalanan hanya sekitar tiga puluh menit dari kota Tokyo, Kawagoe terhitung tidak jauh kok, dan bisa dijadikan salah satu pilihan daytrip yang menghadirkan nuansa berbeda dari Tokyo. More