Selasar Sunaryo, Bandung

This post is about Indonesia

Bandung memang telah lama menjadi kota favorit warga Jabodetabek untuk melarikan diri sejenak kala akhir minggu atau libur panjang.  Kini, berkat dibukanya sejumlah penerbangan dari dan ke bandara kota ini, Bandung semakin ramai saja dengan pelancong-pelancong yang berseliweran.  Namun selain menjelajahi factory outlet, toko-toko, dan berbagai tempat makan di kota Bandung, ada keasyikan tersendiri mencari tempat-tempat yang lebih tenang karena posisinya yang tersembunyi di sekitar Bandung.  Tempat-tempat semacam itu sering kali terletak di jalan-jalan yang sedemikian sempit sehingga bahkan tak bisa dilewati dua mobil berlawanan arah dengan leluasa.

Salah satunya adalah Selasar Sunaryo yang berlokasi di Bukit Pakar Timur no 100.  Tempat ini dimaksudkan sebagai semacam pusat berkesenian, namun tak dikehendaki menyandang nama galeri atau museum, melainkan ‘art space’.  Kedua ruang pamer yang tersedia menampilkan berbagai karya bergantian, tergantung tema atau acara khusus yang sedang berlangsung.  Bahkan saat kami sedang di sana, belum ada apa-apa yang bisa dilihat di ruang pamer, karena keduanya sedang dibereskan untuk pameran berikutnya.

Akhirnya, selain melihat-lihat arsitektur art space ini beserta taman-tamannya – yang tampaknya dipengaruhi ‘gaya’ Zen – kami pun memilih untuk bersantai di Kopi Selasar, kedai yang merupakan bagian dari Selasar Sunaryo.  Tempat makan ini tak hanya menjual makanan dan minuman, melainkan juga suasana dan pemandangan.  Di sini pengunjung juga bisa mengisi ulang baterai telepon genggam di rak-rak khusus yang tersedia.

Sayangnya karena perut saya waktu itu masih agak penuh, saya hanya ‘sanggup’ memesan secangkir kopi dan kentang goreng berbumbu pedas.  Dihidangkan hangat-hangat, keduanya pas betul jadi hidangan  pengusir dingin.

Ada sebuah toko kecil di art space ini, yang menjual buku-buku dan sejumlah cenderamata yang bisa dibeli.  Sebagian cenderamata adalah buatan tangan sejumlah seniman, sehingga tidak ada duanya.  Selasar juga menyediakan perpustakaan yang terbuka bagi umum.

Oya, Selasar Sunaryo juga menyediakan amfiteater dan pendopo untuk pertunjukan atau diskusi.  Silakan cek selalu pameran dan kegiatan yang sedang atau akan berlangsung di situs mereka ini.

Advertisements

Ciwalk

This post is about Indonesia

Bandung sudah lama terkenal sebagai salah satu kota belanja favorit penduduk Jakarta (yang kerap membanjiri kota kecil ini dengan kendaraan berplat nomor B kala akhir minggu atau musim liburan).  Dan sejak dibukanya rute Kuala Lumpur-Bandung oleh AirAsia, tampaknya Bandung juga akan semakin diramaikan oleh pengunjung dari negeri jiran. Wajar kalau kota Bandung memang harus banyak berbenah diri, termasuk menyediakan (semakin banyak) tempat perbelanjaan yang nyaman dan bisa memikat para wisatawan.

Middle of Ciwalk
Saya langsung menyukai Ciwalk begitu mengunjungi tempat perbelanjaan di Cihampelas ini untuk pertama kali.  Dari luar, sepertinya memang tidak meyakinkan, karena yang bisa kita lihat hanyalah sepotong bagian muka yang agak tersembunyi di antara toko-toko yang bersisian rapat di Cihampelas.  Namun begitu melangkah masuk… wow!

Ciwalk front

Yang paling saya suka dari desain Ciwalk adalah pemanfaatan ruang yang tersedia dan iklim Bandung yang sejuk.  Bukan bangunan kubus besar yang ganas menjulang di tengah-tengah kota dan tampak tidak serasi dengan sekelilingnya, melainkan hanya sekumpulan bangunan yang tidak terlalu tinggi (kecuali hotel-butik di sebelah belakang).  Pohon dan tanaman bebungaan (yang sepertinya sih tak bakal kuat tumbuh di Jakarta yang panas) menyemarakkan koridor-koridor Ciwalk.  Konsep udara terbuka ini juga berarti menghemat listrik untuk AC dan penerangan, meski mungkin akan sedikit jadi masalah bila hujan.  Hei, tapi hujan seharusnya juga merupakan bagian Bandung yang harus dinikmati, bukan?

Ciwalk inside

Saat ini memang belum seluruh bagian Ciwalk selesai, namun saat ini pun sudah ada sejumlah restoran, kafe, toko, dan kios, serta cabang salah satu jaringan bioskop ternama yang sudah buka.