Owara tamaten: kenikmatan bersahaja di Takayama

This post is about Japan

Yuk, kita kembali membahas Jepang. Kali ini, saya akan membahas satu makanan yang, bisa dibilang secara tidak sengaja, saya jumpai dalam perjalanan saya di Jepang. Kebetulan, foodpanda, jasa hantaran makanan Indonesia, sedang mengadakan kompetisi Summer Travel Blogger Contest, yang meminta kita menceritakan tentang makanan terenak yang pernah kita temui sewaktu melawat.

Oleh karenanya, marilah kita buka Lompat-lompat kita kali ini dengan sebuah pertanyaan: Di manakah kita bisa memperoleh santapan terlezat sedunia?

Di restoran mewah bertempat di gedung pencakar langit, yang mempekerjakan chef ternama yang telah banyak disorot oleh majalah dan tampil di acara TV sendiri?

Bisa jadi, bisa jadi.

Tapi bisa juga santapan lezat itu kita temukan di warung sederhana yang jauh dari glamor di tepi jalan. Itulah yang saya temukan di Takayama.

owara-tamaten-01 More

Meluncur Bersama Internet Rocket MyRepublic!

Sebelum melanjutkan cerita saya tentang Jepang, kali ini kita saya mau cerita tentang sesuatu yang ‘lebih dekat ke rumah’, ya: sambungan internet.

Yang suka jalan-jalan, pernah nggak sih merasa ‘kalang-kabut’ saat sedang memburu promo pesawat terbang, sudah berhasil dapat harga dan tanggal yang diinginkan, lalu tahu-tahu…sambungannya error? Dan tentu saja begitu prosesnya kita ulangi lagi, belum tentu kita masih memperoleh harga yang sama – biasanya sih jadi lebih mahal. Uh!

Hal mengesalkan lain yang kerap saya rasakan dalam kaitannya dengan sambungan yang luar-biasa lambat atau malah putus-sambung sekalian: mengunggah foto seabrek-abrek ke blog saya ini bisa gagal berkali-kali. Padahal definisi ‘seabrek-abrek’ saya itu tidak banyak-banyak amat. Lebih parah lagi sih bila kami berupaya mengunduh atau bertukar berkas dalam menggarap situs kami, Relawan Konser, yang berhubungan dengan konser. Kerap kali, pihak artis luar negeri yang kami wawancarai, mengirimkan berkas foto dan musik dalam bentuk .zip atau .rar yang besarnya tidak tanggung-tanggung. Ya iyalah, high quality semua. Kadang-kadang saat mengamati unduhan yang belum kelar-kelar juga, kami berseloroh “Yah, mereka sih enak bikin berkas besar-besar begini, sambungan internet di negaranya cepat, dikiranya semua negara juga begitu!”

myrepublic01

Hari Sabtu 8 Agustus 2015 saya menuju ICE (Indonesian Convention Exhibition) di kawasan BSD (yang berembel-embel predikat City). Sedang ada berbagai kegiatan dalam rangka pembukaan tempat ekspo yang terdiri atas 10 hall dan 1 convention, serta berpendingin udara yang sesuai dengan namanya yang dibaca seperti membaca ice itu. Keren sih, tempatnya. Senang juga Tangerang Selatan jadi punya ekspo seperti ini sekarang.

myrepublic02

More

Fukuoka, Februari 2014

This post is about Japan

Ini dia satu lagi kisah yang sangat tercecer: perjalanan saya tahun lalu ke Fukuoka. Sebagai catatan awal, saya cukup kaget mendapati begitu sedikitnya foto-foto dari Fukuoka di kamera maupun di telepon genggam saya. Saya ngapain saja ya, kok foto-fotonya tidak banyak? Ah, kemudian saya ingat, sewaktu saya berjalan-jalan di sana, beberapa kali turun hujan, membuat saya tidak bisa mengeluarkan kamera maupun telepon untuk mengambil foto. Semoga saja foto-foto yang saya sajikan di sini bisa cukup membantu visualisasi cerita saya, ya.

fukuoka-26

Saya sangat menyukai Tokyo, namun kadang-kadang perasaan bosan menghinggapi juga, apalagi kalau sedang libur panjang antarsemester. Rasanya ingin pergi ke tempat yang jauh, yang belum pernah saya datangi sebelumnya, yang jauh dari hiruk-pikuk Tokyo. Akhirnya di bulan Februari 2014 saya memutuskan membeli tiket pesawat Jetstar ke Fukuoka. Saya tidak benar-benar tahu Fukuoka itu di mana (selain tahu bahwa letaknya di Pulau Kyushu, berbeda dari pulau tempat Tokyo berada), tidak tahu benar di sana ada apa. Pokoknya saya lihat ada rute pesawat ke sana, cukup murah pula, dan saya belum pernah pergi sampai sejauh itu dari Tokyo, jadi ya sudahlah, berangkat!

More

Gunung Takao: rumah para Tengu 2013

This post is about Japan

Terutama di akhir minggu, saya kerap menjumpai orang-orang yang berpenampilan siap mendaki gunung menaiki kereta Chuo Line ke arah luar Tokyo. Mereka adalah penduduk ibukota yang ingin menghabiskan hari libur dengan hiking di beberapa gunung yang mudah tercapai dari Tokyo – salah satunya adalah Takao-san, alias Gunung Takao. Gunung ini populer di kalangan orang Tokyo bukan hanya karena pemandangannya yang mengesankan, terutama di musim semi dan musim gugur, melainkan juga karena mudah dijangkau. Dari Tokyo atau Shinjuku, cukup naik Chuo Line menuju stasiun Takao. Gunungnya juga tidak terlalu tinggi, hanya 600 meter kurang semeter, sehingga seluruh kunjungan ke sana bisa dituntaskan dalam satu hari.

takaosan-02

Saya sendiri ke Takao karena tidak mau kalah. Ceritanya, asosiasi yang mempertemukan mahasiswa Jepang dan mahasiswa asing di kampus saya akan mengadakan acara jalan-jalan ke Takao beramai-ramai. Saya kok ya malas kalau perginya bersama rombongan besar, tapi saya juga tidak mau kalau hanya kebagian cerita saja. Akhirnya sebelum jadwal keberangkatan mereka, saya berangkat sendirian ke Takao!

More

Festival Sejuta Cahaya Kawagoe 2014

This post is about Japan

Prak prok, prak prok, terdengar suara langkah kaki prajurit-prajurit Romawi menyusuri jalan aspal yang panas membara diterpa sinar matahari bulan Juli yang gila-gilaan. Lho… tapi… tunggu sebentar. Memangnya saya saat ini sedang berada di mana, dan kapan?

kawagoe01

Yah, sebenarnya saya sedang berada di Kawagoe (川越), sebuah kota kecil yang terletak tidak begitu jauh dari Tokyo. Julukannya adalah Koedo – Edo kecil, karena ada sejumlah bagian kota dengan bangunan-bangunan zaman Edo (nama lama Tokyo) yang masih terlestarikan dengan baik di kota ini. Kawagoe memang memiliki nuansa Edo yang cukup kental, karena di zaman Edo (1603-1867) kota ini memang punya peran penting dan hubungan baik dengan Edo.

kawagoe02

Jadi lucu juga ya, hendak melihat wajah lama Tokyo, justru harus pergi agak ke luar kota sedikit. Tapi dengan lama perjalanan hanya sekitar tiga puluh menit dari kota Tokyo, Kawagoe terhitung tidak jauh kok, dan bisa dijadikan salah satu pilihan daytrip yang menghadirkan nuansa berbeda dari Tokyo. More

Yokohama (I): Yamate dan Motomachi

This post is about Japan

Sewaktu sedang membaca-baca tulisan-tulisan terdahulu di blog ini untuk memeriksa daerah-daerah Jepang mana saja yang sudah pernah saya bahas, saya terkejut sendiri menyadari saya belum pernah menulis secara mendalam tentang Yokohama. Kok lucu ya, saya membatin sendiri, padahal Yokohama adalah salah satu kota yang paling saya senangi di Jepang. Dibandingkan Tokyo yang terasa agak klaustrofobik dengan gedung-gedung tingginya yang berdiri rapat-rapat, Yokohama terasa lebih lega. Udaranya berhawa laut yang menyegarkan, mengalir melalui jalan-jalan entah itu yang lebar dan terbuka dengan gedung-gedung modern menjulang yang berdiri renggang satu sama lain di kanan kirinya, ataupun yang kecil dengan trotoar batu yang luas dan tempat-tempat makan kecil yang nyaman.

yokohama2014-25

Namun sewaktu saya mengutarakan pujian mengenai kota tersebut kepada teman yang berdiam di Yokohama, lekas ia menukas, “Ah, ya itu kan di bagian-bagian situ-situ saja yang bagus. Di Minato Mirai dan sekitarnya itu kan? Yang banyak dikunjungi wisatawan. Kalau kayak di daerah tempat aku tinggal ya biasa-biasa saja.”

More

Kebun Binatang Tama Mei 2014

This post is about Japan

Ya ampun.

Sewaktu saya membuka kumpulan foto saya, dengan maksud untuk (akhirnya) melanjutkan menulis pengalaman saya di blog ini, terperanjat saya menyadari bahwa sudah setahun berlalu sejak saya mengunjungi Kebun Binatang Tama – alias Tama Zoo, alias Tama Doubutsuen. Sedemikian banyakkah waktu saya yang tersisa oleh kehidupan sehari-hari sampai-sampai foto-foto ini menanti sampai setahun sebelum saya tengok lagi?

Baiklah, memang pada dasarnya tidak akan ada tulisan yang jadi bila saya tidak menggerakkan jari-jari saya untuk menulis – atau tepatnya, mengetik. Jadi, sambil meminum Lipton Royal Tea Latte di sebuah apartemen di Tokyo, marilah saya bercerita tentang kebun binatang yang satu ini.

tamazoo-03

More

Taman Showa Kinen, Tachikawa (2) – musim gugur 2014

This post is about Japan

Setelah menengok Taman Showa Kinen di musim semi dan musim panas, sekarang kita lihat yuk bagaimana keadaannya di musim gugur.

Salah seorang sensei saya memberi tahu bahwa di Showa Kinen terdapat deretan pohon ginkgo yang tampak sangat cantik pada puncak musim gugur. Terpikat oleh warna keemasan daun ginkgo yang nyaris gugur, saya pun kembali ke taman itu di pertengahan November 2014.

Wah, benar saja. Bahkan sebelum memasuki gerbang pun sudah terlihat pemandangan yang didominasi warna kuning dan merah pepohonan yang telah menarik klorofil mereka ke dalam batang, demi menghadapi musim dingin.

showakinen-autumn-01

Saya datang di hari yang tepat: langit sedemikian biru cerah, tidak berawan. Kontras warna kuning daun dengan langit tampak cantik sekali!

showakinen-autumn-02

More

Taman Showa Kinen, Tachikawa (1) – musim semi dan musim panas 2014

This post is about Japan

Masih dalam rangka memperkenalkan tempat-tempat wisata di sekitar Tokyo, kali ini saya akan memperkenalkan Showa Kinen Kouen, alias Taman Showa Kinen. Letaknya di Tachikawa, salah satu daerah suburban Tokyo. Stasiun Tachikawa adalah sebuah stasiun yang cukup besar, tempat pertemuan 3 jalur kereta JR: Chuo Line, Ome Line, dan Nambu Line. Selain itu, terdapat dua stasiun Tama Monorail yang mengapit stasiun JR: Kita-Tachikawa di sebelah utara dan Minami-Tachikawa di sebelah selatan.

Sebagai daerah penyangga Tokyo, Tachikawa memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk beraneka pusat perbelanjaan, yang mencakup juga salah satu cabang IKEA. Berbagai toko dan restoran bisa ditemukan di sekitar stasiun, dan berjalan-jalan di situ bisa menjadi kegiatan yang cukup menyenangkan, apalagi Tachikawa belum seramai daerah-daerah dalam Tokyo seperti Shibuya atau Shinjuku. Oleh karena letaknya masih terhitung cukup jauh di luar kota (meskipun dengan kereta sebenarnya tidak sampai sejam dari Shinjuku, waktu yang terhitung singkat bagi komuter Jabodetabek!), udara di Tachikawa masih bersih dan segar. Pegunungan pun mudah terlihat, langit juga terasa luas.

showakinen-spring-02

More

Salam Tahun Baru dari Kaisar Jepang 2015

This post is about Japan

Selamat Tahun Baru 2015!

Bagaimana Anda merayakan malam pergantian tahun?  Saya pergi menonton sebuah konser hitungan-mundur alias countdown live.  Tapi sekarang saya bukan hendak bercerita soal itu, melainkan tentang acara yang berlangsung pada tanggal 2 Januari di Istana Kekaisaran: Kaisar beserta keluarga kekaisaran memunculkan diri untuk menyapa rakyat dan memberikan ucapan selamat tahun baru. Saya dan seorang teman pun dengan semangat bergelora (gara-gara penasaran) pagi-pagi sudah berangkat ke Istana, bergabung dengan beribu-ribu orang lainnya yang juga ingin melihat Kaisar. Bila menggunakan kereta JR, kita bisa turun di Stasiun Tokyo. Beberapa stasiun kereta bawah tanah pun ada di dekat Istana, misalnya stasiun Nijubashi-mae di jalur Chiyoda.

kaisar01

Kita hanya bisa masuk melalui gerbang utama di Nijubashi, dengan waktu terbatas yaitu antara pukul 9.30 pagi sampai 14.10 siang. Keluarga kekaisaran sendiri hanya akan muncul 5 kali, dimulai dari paling pagi pukul 10.10 dan paling akhir pukul 14.20. Kami tiba di depan Istana sekitar pukul 9 pagi, dan sudah banyak orang datang berbondong-bondong.

More

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers