Yokohama (1): Yamate dan Motomachi

This post is about Japan

Sewaktu sedang membaca-baca tulisan-tulisan terdahulu di blog ini untuk memeriksa daerah-daerah Jepang mana saja yang sudah pernah saya bahas, saya terkejut sendiri menyadari saya belum pernah menulis secara mendalam tentang Yokohama. Kok lucu ya, saya membatin sendiri, padahal Yokohama adalah salah satu kota yang paling saya senangi di Jepang. Dibandingkan Tokyo yang terasa agak klaustrofobik dengan gedung-gedung tingginya yang berdiri rapat-rapat, Yokohama terasa lebih lega. Udaranya berhawa laut yang menyegarkan, mengalir melalui jalan-jalan entah itu yang lebar dan terbuka dengan gedung-gedung modern menjulang yang berdiri renggang satu sama lain di kanan kirinya, ataupun yang kecil dengan trotoar batu yang luas dan tempat-tempat makan kecil yang nyaman.

yokohama2014-25

Namun sewaktu saya mengutarakan pujian mengenai kota tersebut kepada teman yang berdiam di Yokohama, lekas ia menukas, “Ah, ya itu kan di bagian-bagian situ-situ saja yang bagus. Di Minato Mirai dan sekitarnya itu kan? Yang banyak dikunjungi wisatawan. Kalau kayak di daerah tempat aku tinggal ya biasa-biasa saja.”

More

Advertisements

Kamakura April 2014

This post is about Japan

Sebelumnya, saya pernah menulis tentang Kamakura, setelah saya berkunjung untuk pertama kalinya ke kota tersebut bersama sejumlah teman pada tahun 2011. Pada musim semi tahun ini, saya kembali mendatangi kota tersebut, lagi-lagi bersama teman-teman. Kali ini kami sempat merasakan bermain-main di pantai Yuigahama, termasuk menulis-nulis dengan norak di pasir. Sayang hujan musim semi membuat kami tidak bisa berlama-lama menikmati pantai. Kami pun menghabiskan sore di dalam sebuah kafe bergaya Hawaii yang terletak dekat sekali dengan stasiun Hase, menyeruput kopi yang nikmat.

Berikut ini adalah sejumlah foto yang saya ambil di bulan April 2014, ketika sisa-sisa sakura yang mekar masih bergantung di pepohonan.

kamakura2014-01 More

Enoshima (2) Mei 2014

This post is about Japan

Saya lanjutkan yah ceritanya mengenai Enoshima…

Dengan tiket terusan, saya pun memasuki Samuel Cocking Garden, peninggalan seorang Irlandia bernama Samuel Cocking yang datang ke Jepang di abad ke-19. Ia menikahi seorang perempuan Jepang dan berbisnis di negara tersebut sampai akhirnya ia bisa membeli tanah di Enoshima, di mana ia lantas mendirikan vila dan membangun taman yang indah. Kini, yang tersisa dari rumah kacanya (yang hancur dihajar gempa besar tahun 1923) adalah pondasinya, seperti yang terlihat di foto bawah ini.

enoshima-16

Banyak sekali tanaman dan bebungaan indah yang menyemarakkan mata di dalam taman yang sebenarnya tidak terlalu besar ini. Kita juga bisa mengedarkan pandangan ke arah laut, sambil mencoba merayu kucing-kucing yang berkeliaran di taman tersebut. Kalau Anda memang doyan menggoda kucing, bolehlah Anda jajal kemampuan Anda di sini. Soalnya, beberapa kucing, meskipun sangat akrab dengan para pengurus taman, ogah diajak main oleh tamu!

enoshima-18

More

Enoshima (1) Mei 2014

This post is about Japan

Sebetulnya, setelah bertandang ke Kawaguchiko di bulan Desember dan sebelum mendatangi Enoshima, saya sempat mengunjungi sejumlah tempat lain di Jepang. Tapi mereka saya lompati dulu, deh. Rasanya saya lebih ingin membahas Enoshima terlebih dahulu.

Enoshima adalah nama sebuah pulau di lepas pantai prefektur Kanagawa. Selain Kamakura, Enoshima merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi dalam day trip dari Tokyo. Dan meskipun pulau ini kecil saja, jangan dianggap enteng, karena banyak sekali daya tarik yang disimpannya, baik yang bersifat budaya ataupun alami. Setengah hari saja tidak cukup untuk menjelajahi semua hal yang ditawarkan pulau ini. Hal ini saya buktikan sendiri, kok… Sampai sekarang saya masih ingin balik lagi ke Enoshima, karena masih ada beberapa sudutnya yang terpaksa saya lewatkan akibat terbatasnya waktu saya di sana hari itu.

Enoshima, dilihat dari jembatan penghubung dengan daratan utama.

Enoshima, dilihat dari jembatan penghubung dengan daratan utama.

More

Museum Fujiko F. Fujio, Kawasaki, musim dingin 2013

This post is about Japan

Siapa yang tidak kenal Doraemon? Rasa-rasanya bagi banyak sekali orang Indonesia yang terlahir pada dasawarsa 1980-an sampai sekarang, tokoh inilah yang mengisi masa kecil mereka. Pintu Ajaib dan berbagai peralatan lain menjadi impian kita ketika hidup di dunia nyata terasa susah betul dan tidak praktis. Tidak heran kalau banyak yang ingin mengunjungi ‘museum Doraemon’ bila bertandang ke Jepang. Nama resmi museum ini sebenarnya adalah Fujiko F. Fujio Museum, terletak di Kawasaki, tidak seberapa jauh dari Tokyo.

Museum ini buka pukul 10.00-18.00 setiap hari kecuali Selasa. Namun saat Golden Week dan libur musim panas, biarpun Selasa, museum ini tetap buka.  Oya, museum ini juga tidak buka saat liburan akhir tahun, jadi kalau berniat ke sini, hindari hari Selasa dan liburan akhir tahun, ya.

Catatan: tiket tidak dijual di museum. Anda harus membeli tiketnya terlebih dahulu melalui kombini Lawson. Di sini ada petunjuk cara membeli tiket dengan mesin Loppi di Lawson. (Sebenarnya petunjuknya untuk membeli tiket pertunjukan, tapi lumayanlah untuk memberi Anda gambaran mengenai penggunaan mesin tersebut.)

???????????????????????????????

More

Kunjungan Singkat ke Hakone

This post is about Japan

MENJELAJAHI HAKONE

Masih ingat Hakone?  Di kota yang terletak di sebelah barat daya Tokyo inilah terletak Museum Le Petit Prince yang pernah kami bahas.  Nah, dalam tulisan kami kali ini, akan kami bahas secara lebih mendalam mengenai kota kecil yang menarik ini.

Bis berbentuk ‘jadul’ melenggang di jalanan Hakone yang lengang.

Apa daya tarik Hakone? More

Kamakura: ‘Kyoto’-nya Jepang Timur

This post is about Japan

Fujisawa!

Pernah dengar nama ini?

Sebelumnya kami tidak.  Kami mampir ke kota ini pun sebenarnya dalam perjalanan menuju ke Kamakura.  Bukannya memilih kereta JR, kami memilih untuk naik kereta api swasta, Odakyu Line, untuk lantas berganti ke kereta legendaris Enoden.  Di stasiun Fujisawa ini kami sempat agak bingung juga, karena sempat harus mencari-cari jalur Enoden.

Tiket terusan ke Hakone dan ke Kamakura.

Bagian luar stasun Fujisawa, yang hanya kami singgahi sebentar saja. Stasiun ini terhubung dengan department store Odakyu, tempat kita bisa mencari oleh-oleh.

More

Museum si Pangeran Kecil di Hakone

This post is about Japan

Hakone.  Kota kecil, sekitar 115 menit naik kereta biasa ke sebelah barat daya Tokyo, terkenal karena pemandian air panasnya.  Sepi, dibangun mengikuti kontur gunung.  Pukul delapan malam saja toko-toko sudah tutup, dan nyaris tak ada yang berkeliaran selain turis-turis bertampang bingung seperti kami yang mengira kota itu akan sama hiruk-pikuk sampai jauh malam seperti Tokyo.

Namun siapa sangka di kota kecil itu, terletak sejumlah museum yang menyimpan warisan seni dunia dari berbagai penjuru.  Ada POLA Museum of Art; Hakone Glass Forest Venetian Glass Museum; Lalique Museum; Open-Air Museum; dan yang membuat kami penasaran… museum Le Petit Prince dan Saint-Exupéry.  Terus terang, sampai tiba di Hakone, saya tak tahu keberadaan museum ini.  Sewaktu menemukannya di peta wisata, hati saya pun tergelitik, terkenang akan buku yang saya baca bertahun-tahun lalu.  Mengapa museumnya bisa ada di kota yang mungkin namanya saja kalah kesohor dari kota-kota lain di Jepang?

More