Ito selepas taifun, Mei 2015

This post is about Japan

Matahari bersinar cerah, langit tampak biru terang, yes! Taifun sudah berlalu dari Chubu, tepatnya dari Ito. Para ‘tahanan rumah’ akibat taifun lepas sudah. Hanya ekor taifun berupa angin yang masih cukup kencang yang tertinggal. Tidak masalah, ayo kita mulai lompat-lompat!

ito-08

More

Terkurung taifun di K’s House Ito Onsen, Mei 2015

This post is about Japan

Awan semakin hitam dan tebal saja ketika kami akhirnya mendapatkan kereta yang bergerak meninggalkan Jogasaki Kaigan menuju Ito. Butir-butir hujan pun mulai turun ketika kami berada di dalam kereta. Wah, gawat. Taifun sudah tiba rupanya.

Di stasiun Ito, saya dan Riris berpisah. Saya akan menginap di Ito semalam, sementara Riris langsung pulang ke Tokyo untuk masuk hotel bersama adiknya dan dua orang teman kami yang lain. Saya separuh bercanda mengingatkan dia agar jangan sampai salah naik kereta. Riris juga beberapa kali memastikan rute yang harus ditempuhnya kepada saya.

ito-20

More

Jogasaki Kaigan di Ambang Taifun, Mei 2015

This post is about Japan

Saya mendadak sangat ingin menulis tentang Jogasaki Kaigan gara-gara komik Narita Minako, Hana yori mo hana no gotoku (di Indonesia diterbitkan sebagai More flower than a flower—meski judul yang  lebih enak sepertinya adalah Beauty beyond flower).  Saya baru membaca beberapa volume terbaru karena ketinggalan penerbitannya di Indonesia selama berada di Jepang. Dalam volume 11, karakter utamanya, Kento, berkunjung ke Gunung Takao (sudah pernah saya bahas sebelumnya di sini) . Ini sudah membuat saya senyum-senyum sendiri, ditambah lagi ketika di volume 12 Kento ternyata mendatangi sebuah tempat lain yang masih segar sekali dalam ingatan saya karena baru saya sambangi bulan Mei lalu: Jogasaki Kaigan di Izu.

jogasaki-23

More