Hamamatsu, November 2014 (Bagian 1): Kota asal piano Yoshiki

Saya dan teman saya, sebut saja K-chan, senang tinggal di Tokyo. Namun ada kalanya kami sumpek juga, entah karena urusan pekerjaan atau sekolah. Suatu hari K-chan berkata kepada saya, “Kita jalan-jalan yuk ke luar kota? Menginap. Sudah dari lama aku ingin ke Hamamatsu.” Akhirnya, kami pun ‘mengorbankan’ satu akhir minggu tidak menonton band kesayangan kami, dan alih-alih bertolak menuju Hamamatsu. Kami janjian bertemu di Stasiun Tokyo pagi-pagi, lantas menumpangi kereta shinkansen menuju Hamamatsu yang terletak di Prefektur Shizuoka. Kami berangkat tanpa memesan hotel terlebih dahulu, karena kami pikir di kota sekecil Hamamatsu tentunya cukup mudah menemukan hotel yang masih punya kamar kosong.

hamamatsu18

More

Ito selepas taifun, Mei 2015

This post is about Japan

Matahari bersinar cerah, langit tampak biru terang, yes! Taifun sudah berlalu dari Chubu, tepatnya dari Ito. Para ‘tahanan rumah’ akibat taifun lepas sudah. Hanya ekor taifun berupa angin yang masih cukup kencang yang tertinggal. Tidak masalah, ayo kita mulai lompat-lompat!

ito-08

More

Terkurung taifun di K’s House Ito Onsen, Mei 2015

This post is about Japan

Awan semakin hitam dan tebal saja ketika kami akhirnya mendapatkan kereta yang bergerak meninggalkan Jogasaki Kaigan menuju Ito. Butir-butir hujan pun mulai turun ketika kami berada di dalam kereta. Wah, gawat. Taifun sudah tiba rupanya.

Di stasiun Ito, saya dan Riris berpisah. Saya akan menginap di Ito semalam, sementara Riris langsung pulang ke Tokyo untuk masuk hotel bersama adiknya dan dua orang teman kami yang lain. Saya separuh bercanda mengingatkan dia agar jangan sampai salah naik kereta. Riris juga beberapa kali memastikan rute yang harus ditempuhnya kepada saya.

ito-20

More