Danau Haruna yang tertidur, Februari 2016

Di kereta yang melaju ke arah Gunma siang itu, saya menatap ke luar, bertanya-tanya kepada diri sendiri kenapa saya sebelumnya tidak pernah mendatangi Gunma. Padahal prefektur yang dikelilingi daratan itu adalah tetangga Tokyo, tempat saya tinggal dulu. Barangkali yang dekat-dekat justru sering kali tidak terasa mendesak untuk dikunjungi.

Dan, yah, saking dekatnya, perjalanan kereta ke Takasaki—salah satu kota di Gunma—itu tidak terasa seperti perjalanan ke luar kota. Bentangan urban Tokyo menjalar ke mana-mana, nyaris tak terputus rasanya sampai ke Takasaki. Ketika tiba di Takasaki, seolah-olah saya hanya habis naik kereta dari satu titik ke titik lain di Tokyo, apalagi saya hanya menggunakan kereta biasa. Perjalanan kira-kira memakan waktu satu setengah jam dari stasiun keberangkatan saya di Tokyo—kalau tidak salah, Ikebukuro. Lucu memang, ingatan saya tentang kereta mana yang saya naiki kabur sekali. Habisnya, ya itu, rasanya seperti naik kereta dalam kota saja.

More

Hamamatsu, November 2014 (Bagian 2): Kastil Tokugawa Ieyasu

Esok paginya, setelah menikmati sarapan di hotel, kami check out dan melangkah lagi ke stasiun bis di depan stasiun utama. Pertama-tama kami hendak menuju Kastil Hamamatsu. Dari terminal bis yang ada di sebelah utara stasiun, kami lagi-lagi menaiki bis ke arah Kanzanji Onsen. Ngomong-ngomong, di Hamamatsu ini banyak penyeberangan di bawah tanah, termasuk yang menuju ke terminal bis. Lorong-lorongnya bersih, tidak menyeramkan. Kadang-kadang ada juga pemusik jalanan yang meramaikan suasana, mempertegas kesan Hamamatsu sebagai kota musik. More

Lompat hari

December 2021
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip Lompat-lompat