Mencari jalan termudah ke Ipoh

Kejenuhan kerja yang melanda membuat saya memutuskan untuk berlibur ke Ipoh, Malaysia ketika ada ‘hari kejepit nasional’ Agustus lalu. Teman saya, mari kita sebut saja P, bertanya apakah dia boleh ikut. Ya, tentu saja boleh. Yuk.

Mengapa Ipoh? Kota ini sudah lama dipromosikan oleh seorang teman saya sebagai kota yang sangat santai dan ‘nyeni’. Semangat saya untuk melawat ke situ semakin bertambah setelah mengetahui kota yang terletak ke arah utara dari Kuala Lumpur ini merupakan tempat asal white coffee, salah satu jenis kopi kesukaan saya.

Sayangnya, tidak ada penerbangan langsung ke Ipoh dari Jakarta. Sebagai akibatnya, kami harus mencari cara termudah dan tercepat (sekaligus yang sesuai anggaran) untuk pergi ke sana. Apakah dengan terbang ke Singapura dulu, lalu menyambung penerbangan ke Ipoh? Ataukah ke Kuala Lumpur atau Penang, lalu menyambung perjalanan dengan bis? Saya dan P pun berjanji bertemu di sebuah kafe di Jakarta untuk membicarakan rencana kami, sekaligus langsung mencari-cari penerbangan. Modalnya? Ya cukup telepon genggam.

Kami memutuskan untuk memanfaatkan Traveloka karena salah satu kemudahan yang ditawarkan: bisa mencek berbagai alternatif penerbangan yang ditawarkan maskapai berbeda-beda secara bersamaan. Harga tiket dan jam keberangkatan serta ketibaan juga langsung terpampang, mempermudah kami dalam menyusun rencana. Tidak perlu repot-repot membuka sedemikian banyak situs maskapai penerbangan dan memasukkan pilihan berulang-ulang serta membandingkan hasilnya satu per satu.

Sebelumnya, meskipun sudah mengunduh dan memasang aplikasi Traveloka di telepon genggam saya, saya belum pernah mempergunakan jasa app tersebut untuk memesan penerbangan, hotel, dan lain sebagainya. Jadi ini juga sekalian kesempatan saya menjajal kedigdayaan app itu.

Saya dan P pun mulai mencoba mencari penerbangan dengan app Traveloka di telepon saya. Masukkan kota asal dan kota tujuan, tanggal keberangkatan dan kepulangan yang diinginkan, jumlah penumpang… lalu Traveloka pun mencarikan penerbangan apa saja yang tersedia sesuai pilihan-pilihan yang kami masukkan. Tak lama, sret! Daftar yang cukup panjang tersaji di depan mata. Saya dan P lantas sibuk mengkaji pilihan-pilihan yang ada. Terbang dulu ke Singapura, lalu sambung ke Ipoh… Memang kedengarannya cukup praktis, dan transit pun di Bandara Changi yang nyaman. Tapi, ah, jam-jam penerbangannya tidak ada yang cocok dengan keinginan kami. Bukan apa-apa, sayang juga kalau tiba di Ipoh baru setelah malam, atau berangkat dari Jakarta ke Singapura malam hari, lalu baru tiba esok siangnya. Sayang waktunya. Kalau begitu, pilihan berikutnya adalah terbang ke Kuala Lumpur atau Penang, lalu melanjutkan dengan naik bis atau kereta ke Ipoh.

Kembali kami telusuri tawaran-tawaran yang ada. Penerbangan-penerbangan ke dan dari Penang pada tanggal-tanggal itu ternyata lumayan berat di kantong. Pilihan paling bagus ya ke Kuala Lumpur. Akhirnya kami memutuskan: Mengambil penerbangan Air Asia yang berangkat pukul 01:30 dari Jakarta dan tiba di Kuala Lumpur pukul 04:35 waktu setempat, dan untuk pulangnya mengambil penerbangan dari maskapai yang sama, yang berangkat pukul 13:05 dari KL empat hari kemudian. Kami akan melanjutkan perjalanan dengan bis ke Ipoh, menghabiskan Kamis sampai Sabtu di kota tersebut, lalu menginap semalam di KL sebelum pulang keesokan harinya.

Yak, pilihan sudah kami tetapkan. Berikutnya giliran pembayaran. Nah, cakepnya lagi, di Traveloka sering ada berbagai promosi, baik itu potongan harga maupun kemudahan pembayaran. Saat itu, untuk kartu kredit keluaran bank saya, ada tawaran mencicil tiga kali, tanpa bunga. Kami pun membayar dengan opsi tersebut: tidak hanya tiket pesawatnya, melainkan juga asuransi. Setelah agak deg-degan sedikit, akhirnya kami peroleh juga notifikasi: Transaksi berhasil!  Tidak lama kemudian, tiket elektronik dan polis asuransi kami sudah sampai di inbox surel saya. Yiha! Semuanya ternyata berlangsung sangat cepat, sangat mudah, sampai saya rasanya tidak percaya: Beneran nih, sudah beres? Tapi ternyata memang sudah.

Yang lebih mengejutkan lagi, sewaktu akhirnya kami berangkat, ternyata kami memperoleh hot seat, padahal kami tidak memesannya!

“Apa gara-gara kita pesan pakai Traveloka, ya?”

“Wah, nggak tahu juga.. eh, tapi dulu gue juga pernah, pesan pesawat pakai Traveloka, dapatnya hot seat!” P mengingat-ingat.

Entah hal itu kebetulan atau bukan ya, ataukah memang bagian dari servis Traveloka. Soalnya, sewaktu pulang, ternyata kami lagi-lagi mendapat hot seat. Duduk selama penerbangan pun menjadi lebih nyaman.

Eh, ngomong-ngomong, bagaimana dengan Ipoh sendiri? Jempolan! Kegemaran kami berwisata kuliner dan budaya benar-benar terpuaskan di kota kecil ini. Kapan-kapan saya akan tuliskan secara lebih panjang-lebar mengenai kunjungan kami, namun inilah ringkasannya:

Hari pertama:

Menelusuri kawasan kota tua Ipoh. Banyak bangunan dibiarkan tanpa terlalu banyak perubahan di sebelah luar, namun sebelah dalamnya dipugar dan diperindah agar bisa dimanfaatkan, baik itu menjadi toko, kafe, ataupun restoran.

Tidak bisa dilewatkan juga: Mural Art Lane, sebuah jalan kecil yang penuh seni mural yang cantik, menampilkan keindahan budaya berbagai suku bangsa yang mendiami Malaysia.

Hari kedua:

Temple-hopping. Kami berpuas-puas mengunjungi sejumlah kuil kenamaan di Ipoh: Kwan Yin Tong, Sam Poh Tong, Nam Thean Tong, Ling Sen Tong, Gua Kek Look Tong, dan Perak Tong.

Malam harinya, kami mengunjungi Gerbang Malam, kawasan jajanan yang buka di malam hari di kota tua Ipoh.

Hari ketiga:

Pertama-tama kami pergi ke stasiun Ipoh untuk membeli tiket kereta ke KL sore harinya. Kami lantas kembali ke kota tua untuk mencicipi white coffee di Lim Ko Pi, salah satu tempat makan paling terkenal seantero Ipoh. Yes! Ini dia tujuan utama kami pada awalnya!

Kami lantas mengunjungi museum mungil yang didedikasikan bagi sutradara terkenal asal Ipoh, Yasmin Ahmad.

Setelahnya kami kembali berjalan-jalan di kota tua, menikmati minuman dingin di Concubine Lane, dan makan siang di Market Lane sebelum kembali melangkah ke stasiun kereta.

Puas? Oh, jelas. Kebetulan saya sudah agak lama juga tidak berjalan-jalan di Asia Tenggara. Kepala langsung menyusun-nyusun rencana lagi, berikutnya ke mana ya?

 

4 Comments (+add yours?)

  1. Ahmed Tsar
    Nov 24, 2017 @ 14:54:43

    Ipoh, budaya dimuseumkan ada juga yang dari Melayu? ragam budaya Malaysia seringkali sama dengan budaya Indonesia soanya

    Reply

    • lompatlompat
      Nov 24, 2017 @ 14:57:15

      Hmmm sayang sekali satu-satunya museum yang sempat kami kunjungi di Ipoh adalah Museum Yasmin Ahmad saja. Untuk budaya, Ipoh kebetulan memang lebih terkenal karena budaya keturunan Cina-nya, sehingga itu yang menjadi fokus kami. Kalau museum Melayu mungkin lebih mudah dicari di kota-kota atau negara-negara bagian lain yang mayoritas Muslim…

      Reply

  2. Intan
    Apr 14, 2018 @ 05:45:39

    Halo salam kenal,blog nya sangat menarik karena saya juga akan ke Malaysia seminggu setelah Lebaran 2018 ini dimulai dari Penang lalu ke Ipoh dan pulang dari KL. Mau tanya mbak , jalan jalan di Ipoh bisa naik bus atau harus taxi/grab (jika sudah ada)?karena tidak disebutkan di sini transportasi di Ipoh. Untuk di penang, apakah 3 malam cukup dan 4 malam kelamaan dan di Ipoh apakah cukup 2 malam saja?
    Terimakasih

    Reply

    • lompatlompat
      Apr 14, 2018 @ 00:24:22

      Salam kenal Mbak. Iya, maaf, cerita saya tentang Ipoh memang belum berlanjut lagi, nih. Transportasi umum di Ipoh agak susah, Mbak. Waktu itu kami pakai transportasi online terus (seingat saya waktu itu Uber, sekarang berarti Grab). Sebenarnya cukup atau tidaknya tergantung apa saja yang mau kita lihat, tapi saya rasa Penang cukuplah 3 malam dan Ipoh 2 malam.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Lompat hari

November 2017
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Arsip Lompat-lompat

%d bloggers like this: