Yokohama (1): Yamate dan Motomachi

This post is about Japan

Sewaktu sedang membaca-baca tulisan-tulisan terdahulu di blog ini untuk memeriksa daerah-daerah Jepang mana saja yang sudah pernah saya bahas, saya terkejut sendiri menyadari saya belum pernah menulis secara mendalam tentang Yokohama. Kok lucu ya, saya membatin sendiri, padahal Yokohama adalah salah satu kota yang paling saya senangi di Jepang. Dibandingkan Tokyo yang terasa agak klaustrofobik dengan gedung-gedung tingginya yang berdiri rapat-rapat, Yokohama terasa lebih lega. Udaranya berhawa laut yang menyegarkan, mengalir melalui jalan-jalan entah itu yang lebar dan terbuka dengan gedung-gedung modern menjulang yang berdiri renggang satu sama lain di kanan kirinya, ataupun yang kecil dengan trotoar batu yang luas dan tempat-tempat makan kecil yang nyaman.

yokohama2014-25

Namun sewaktu saya mengutarakan pujian mengenai kota tersebut kepada teman yang berdiam di Yokohama, lekas ia menukas, “Ah, ya itu kan di bagian-bagian situ-situ saja yang bagus. Di Minato Mirai dan sekitarnya itu kan? Yang banyak dikunjungi wisatawan. Kalau kayak di daerah tempat aku tinggal ya biasa-biasa saja.”

Hmmm… iya sih. Seberapa pun menariknya sebuah kota di Jepang, niscaya juga ada daerah-daerah yang terutama diisi oleh bangunan-bangunan tempat tinggal yang bergaya seragam dan lebih mengutamakan fungsi daripada keindahan. Dan tentu saja bila kita merupakan seorang wisatawan, daerah-daerah semacam itu biasanya luput dari perhatian kita, karena kita lebih banyak mencurahkan perhatian kepada daerah-daerah yang memang digadang-gadang banyak orang sebagai ‘wajib dikunjungi’.

Baiklah, itu adalah kenyataan yang tidak bisa dibantah. Tanpa melupakan bahwa mungkin sebagian besar bagian lain Yokohama adalah deretan permukiman dan perkantoran yang tidak memikat mata, marilah kita tengok beberapa daerah yang terhitung sedap dicecap indera.

Dengan menumpangi Minato-Mirai Line dari stasiun Yokohama, mari kita datangi daerah yang dikenal sebagai Yamate. Jalur kereta yang bernama lengkap Minato-Mirai 21 Line ini sebenarnya merupakan jalur Yokohama, namun Anda bisa mendapatkan kereta langsung dari Shibuya, yaitu kereta Tokyu-Toyoko Line yang melanjutkan tugasnya dan berganti status menjadi kereta Minato-Mirai Line begitu mencapai Yokohama. Bila Anda berhasil menumpangi kereta ini dari Shibuya, Anda tidak perlu lagi ganti kereta di Yokohama. Cukup ikuti terus kereta melaju sampai stasiun bernama Motomachi-Chukagai.

Sampai di stasiun yang namanya cukup ribet untuk lidah Indonesia ini, langsung tersedia beberapa pilihan tempat untuk kita datangi selain Yamate. Saya sendiri saat kali pertama mengunjungi daerah tersebut, langsung membiarkan kaki-kaki saya tertarik ke Taman Yamashita yang luas dan panjang mengikuti tepi pelabuhan Yokohama. Ya, masa sudah jauh-jauh datang ke Yokohama tidak melihat lautnya?

yokohama2014-01

Taman Yamashita menawarkan lapangan luas berumput di mana kita boleh tidur-tiduran, duduk-duduk mengobrol, piknik, ataupun bermain-main. Juga ada bangku taman, pelataran berlapis batu, pepohonan peneduh, jalur-jalur pejalan kaki dan pesepeda yang lebar – ini tempat yang bersahabat bagi anak kecil, keluarga, penampil jalanan, sampai karyawan yang kelelahan dan ingin santai memejamkan mata sejenak di bawah langit terbuka.

yokohama2014-02

Bila berdiri menghadap ke laut di taman ini, kita bisa memilih melangkahkan kaki ke kiri – ke arah Akarenga yang akan saya bahas kali lain – ataupun ke kanan, ke arah Harbor View Park. Lewat taman yang satu ini kita juga bisa mencapai daerah Yamate, jadi marilah sekarang kita balik badan ke kanan dulu dan mulai menapaki undak-undakan batu menuju persimpangan yang harus kita seberangi agar tiba di Harbor View Park. Tengok, di sebelah kanan kita juga tampak Marine Tower.

yokohama2014-03

Sebagian tangga yang harus kita daki ke Harbor View Park cukup tinggi dan curam, jadi kalau dalam rombongan kita ada yang kurang bugar, mungkin kita bisa pertimbangkan untuk mencapai Yamate dengan naik bis saja. Akaikutsu Loop Bus yang hanya menarik 100 yen dari setiap penumpang dewasa dapat membawa Anda ke daerah Yamate dan Motomachi. Rute bisnya bisa dilihat di sini.

Nah, kembali ke rute pejalan kaki melewati Harbor View Park. Sebenarnya saya melewati Museum Boneka Yokohama – nama Jepangnya adalah Yokohama Ningyo no Ie yang lebih tepat diartikan sebagai ‘rumah boneka Yokohama’, namun nama yang diberikan dalam bahasa Inggris adalah Doll Museum Yokohama. Saya belum sempat berkunjung ke museum ini, hanya melihat-lihat sebelah depannya saja dari luar. Tampaknya sih menarik, apalagi untuk yang memang merupakan penggemar boneka.

yokohama2014-04

Meninggalkan museum boneka di belakang, dan setelah sejumlah undak-undakan lagi, tiba juga saya di Harbor View Park yang menawarkan pemandangan ke arah laut dan kota Yokohama dari tempat yang lebih tinggi daripada sekelilingnya.

yokohama2014-05

Dari sini, bangunan-bangunan kuno bergaya Eropa yang merupakan daya tarik utama wisata kawasan Yamate sudah dekat.

Tunggu dulu – ngomong-ngomong, apa itu Yamate ya? Namanya kok mengingatkan pada jalur kereta JR yang melingkari sebelah dalam Tokyo, Yamanote? Tulisan kanjinya pun sama (山手), hanya saja di Tokyo nama itu keselipan no menjadi Yamanote sehingga kadang ditulis juga 山の手. Meskipun nama Yamate/Yamanote berarti ‘kaki bukit’, kedua kawasan tersebut merupakan daerah berbukit-bukit. Dan seperti juga di Tokyo, di mana daerah Yamanote dahulu kala merupakan daerah yang dihuni oleh orang-orang berstatus tinggi, daerah Yamate di Yokohama juga merupakan kawasan permukiman orang-orang penting. Dalam hal ini, orang-orang Barat yang turut menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan kota pelabuhan Yokohama yang banyak disinggahi kapal negara-negara lain.

yokohama2014-08

yokohama2014-15

Mengingatkan pada Kobe, ya? Bedanya adalah sebagian besar rumah tua di Yamate gratis untuk dimasuki dan dilihat-lihat. Pokoknya, asal ingat untuk mencopot sepatu di pintu depan, dan tidak sembarangan pegang-pegang atau mencoba menduduki kursi selain yang dibolehkan!

yokohama2014-06

yokohama2014-16

yokohama2014-14

Contoh rumah tua yang bebas kita masuki adalah British HouseBerrick HallEhrismann Residence, juga Bluff no 111 dan Bluff no 234. (The Bluff adalah sebutan lain untuk Yamate.)

yokohama2014-07

Beberapa rumah tua sudah dirombak menjadi restoran, kafe, atau toko, mengundang kita untuk masuk beristirahat sejenak di tengah perjalanan kita menyusuri jalan-jalan sempit yang damai itu. Eh, beberapa rumah juga boleh lho disewa untuk acara pribadi, pernikahan misalnya.

yokohama2014-10

yokohama2014-09

yokohama2014-17

Berhubung dahulu di Yamate banyak menetap orang asing, tak heran cukup banyakbangunan gereja, baik yang masih terpakai ataupun tidak, yang bisa kita temui di wilayah ini.

yokohama2014-13

Masih di kawasan Yamate, terletaklah taman pemakaman orang asing. Di gerbang masuknya, terpasang prasasti berhiaskan sepenggal puisi karya Thomas Gray yang terasa menusuk. Keheningan di pemakaman ini,yang bahkan terasa lebih-lebih lagi dibandingkan bagian-bagian Yamate lainnya, terasa sangat kontras dengan bagian-bagian Yokohama yang nyaris selalu ramai seperti Chinatown (Pecinan) dan Minato Mirai.

yokohama2014-11

yokohama2014-12

Saya menuruni bukit, menyusuri jalan-jalan kecil perumahan. Ternyata di sini pun ada pemandangan-pemandangan menarik, seperti saluran-saluran air dan kolam-kolam yang beriak halus.

yokohama2014-18

yokohama2014-19

Saya turun terus, dan tiba di kawasan perbelanjaan terbuka Motomachi. Di sini ada banyak toko, restoran, dan kafe berjejer-jejer, termasuk di jalan-jalan kecilnya; mulai dari bagian dari jaringan internasional sampai kedai kopi milik lokal. Tempat yang cukup enak untuk beristirahat setelah sebelumnya naik-turun bukit di Yamate.

yokohama2014-20

Ah… di sana ada Chinatown. Tapi kali ini saya sudahi dulu perjalanan saya di Yokohama, kota pelabuhan kecil yang menawan. Setidaknya, di daerah-daerah yang memang menjadi favorit wisatawan.

3 Comments (+add yours?)

  1. totoryan
    Jun 22, 2015 @ 01:30:49

    waaah… ternyata sedikit lagi bisa sampai ke sini… waktu itu kami naik akaikutsu dari akarenga sampai ke harbor view park, lalu pulang lagi naik akaikutsu… gak sempat lihat2 banyak di yokohama, tapi jalan-jalan di promenade tepi laut sepanjang minato mirai sudah terkabul.. jadi, next time!!!😀

    Reply

  2. sendydewi
    Jun 22, 2015 @ 15:36:00

    Fheartily@yahoo.com

    Sent from Yahoo Mail on Android

    From:”Lompat-lompat Sana-sini” Date:Sun, 21 Jun, 2015 at 21:19 Subject:[New post] Yokohama (I): Yamate dan Motomachi

    lompatlompat posted: ” Sewaktu sedang membaca-baca tulisan-tulisan terdahulu di blog ini untuk memeriksa daerah-daerah Jepang mana saja yang sudah pernah saya bahas, saya terkejut sendiri menyadari saya belum pernah menulis secara mendalam tentang Yokohama. Kok lucu ya, say”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: