Taman Showa Kinen, Tachikawa (1) – musim semi dan musim panas 2014

This post is about Japan

Masih dalam rangka memperkenalkan tempat-tempat wisata di sekitar Tokyo, kali ini saya akan memperkenalkan Showa Kinen Kouen, alias Taman Showa Kinen. Letaknya di Tachikawa, salah satu daerah suburban Tokyo. Stasiun Tachikawa adalah sebuah stasiun yang cukup besar, tempat pertemuan 3 jalur kereta JR: Chuo Line, Ome Line, dan Nambu Line. Selain itu, terdapat dua stasiun Tama Monorail yang mengapit stasiun JR: Kita-Tachikawa di sebelah utara dan Minami-Tachikawa di sebelah selatan.

Sebagai daerah penyangga Tokyo, Tachikawa memiliki fasilitas yang lengkap, termasuk beraneka pusat perbelanjaan, yang mencakup juga salah satu cabang IKEA. Berbagai toko dan restoran bisa ditemukan di sekitar stasiun, dan berjalan-jalan di situ bisa menjadi kegiatan yang cukup menyenangkan, apalagi Tachikawa belum seramai daerah-daerah dalam Tokyo seperti Shibuya atau Shinjuku. Oleh karena letaknya masih terhitung cukup jauh di luar kota (meskipun dengan kereta sebenarnya tidak sampai sejam dari Shinjuku, waktu yang terhitung singkat bagi komuter Jabodetabek!), udara di Tachikawa masih bersih dan segar. Pegunungan pun mudah terlihat, langit juga terasa luas.

showakinen-spring-02

Bila menaiki kereta JR, setelah turun di stasiun Tachikawa, berjalanlah ke arah utara. Ikuti saja petunjuk jalan yang ada, dan dalam waktu tidak beberapa lama kita akan tiba di sebuah lapangan. Belum, ini belum tamannya, baru lapangan saja, yang terkadang dipakai untuk kegiatan masyarakat Tachikawa. Di salah satu sisi lapangan, ada pusat kebudayaan bernama Hanamidori Bunka Center; boleh kalau mau coba mampir di sini dulu, karena di dalam gedung yang dibangun menyesuaikan kontur tanah ini sering digelar pameran. Saya malah pernah melihat pameran foto-foto yang diambil sendiri oleh anggota-anggota AKB48 di Taman Showa Kinen. Emperor Showa Memorial Museum pun merupakan bagian integral dari pusat kebudayaan tersebut. Sayang, sampai saat ini saya belum pernah masuk ke dalam museum itu. Di gedung ini pun tersedia kafe, toilet, dan toko suvenir.

Kita bisa memilih untuk naik lift, tangga berjalan, atau undak-undakan ataupun jalan setapak di sebelah luar untuk menuju ke jembatan pejalan kaki menuju taman. Selepas jembatan, kita harus berjalan kaki sedikit lagi sebelum akhirnya mencapai Gerbang Tachikawa. Gerbang ini hanyalah satu dari beberapa gerbang yang ada di taman tersebut. Di sini, kita harus membeli karcis melalui mesin yang terdapat di sebelah kiri gerbang. Tiket untuk satu orang dewasa berusia di antara 15-65 tahun adalah 410 yen, sementara anak-anak yang berusia lebih muda dari 15 tahun cukup membayar 80 yen, sedangkan kakek-nenek kita yang sudah sepuh hanya ditarik bayaran 210 yen. Tiket itu harus kita tunjukkan ke penjaga gerbang, tentu saja.

Di dalam taman, ada beberapa kafe, restoran, maupun kios yang menjual makanan mulai dari yang ringan sampai yang berat, juga mesin otomat minuman. Kalau mau pesta barbekyu, juga ada tempat khususnya, dengan peralatan yang bisa kita sewa dari pengurus taman. Bila cuacanya cocok, Anda juga boleh menggelar piknik dengan makanan yang dibawa sendiri. Tentu saja dengan syarat, Anda tidak meninggalkan sampah sembarangan. Ada pula tempat bermain anak, kolam renang, lapangan futsal, lapangan basket, dan lain sebagainya. Pokoknya, selain menyegarkan mata dan pikiran dengan memandangi tumbuh-tumbuhan yang terkadang seolah dibiarkan meraja liar, ada banyak kegiatan lain yang bisa kita nikmati di taman ini.

showakinen-spring-01

Taman ini, sebagai peringatan, berluas 163 hektar. Mungkin butuh seharian untuk mengelilinginya, dengan catatan taman ini buka dari pukul 9.00 sampai pukul 16.30 atau 17.00 saja. Kalau berjalan rasanya terlalu melelahkan, kita bisa kok menyewa sepeda atau ikut naik kereta-keretaan yang berhenti di beberapa halte di dalam taman. Namun tentu saja banyak sudut yang hanya bisa tercapai dengan berjalan kaki! Saya sudah tiga kali mengunjungi taman ini pada musim yang berbeda-beda, dan dalam setiap kedatangan itu saya memperoleh pemandangan indah yang berbeda pula dan menemukan sudut baru yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya.

Dalam post kali ini, saya akan mengajak Anda menengok taman ini di musim semi dan musim panas. Ada foto-foto yang saya ambil di tempat yang kurang-lebih sama pada musim yang sama. Anda bisa bandingkan sendiri seperti apa perbedaannya. Pemandangan pada musim apa yang Anda paling sukai?

Pertama-tama, seperti inilah Taman Showa Kinen di musim semi 2014. Sayang, berhubung saya mengunjungi taman ini di siang hari setelah paginya berkunjung ke Kebun Binatang Tama (kapan-kapan saya bahas), baterai kamera saya… kehabisan daya. Akibatnya, tidak begitu banyak foto yang saya ambil hari itu.

Air mancur yang akan menyambut Anda ketika memasuki Gerbang Tachikawa.

Air mancur yang akan menyambut Anda ketika memasuki taman lewat Gerbang Tachikawa.

showakinen-spring-04

showakinen-spring-05

Meskipun pohon sakura juga ada, namun andalan Taman Showa Kinen di musim semi adalah bunga tulip!

showakinen-spring-07

showakinen-spring-08

Di awal musim panas 2014, saya dan seorang teman kembali berkunjung ke taman itu. Ketika kami tiba, terlihat awan gelap menggantung di kejauhan, dan semakin mendekat saja. Tak dinyana, turunlah… hujan es! Luar biasa kagetnya kami! Memang, saat pergantian musim, cuaca sering tidak terduga… tapi… hujan es? Kami pun berlindung di salah satu restoran sambil mengisi perut, menanti hujan berhenti.

showakinen-summer-01

Syukurlah, sesudahnya langit cerah, seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.

showakinen-summer-02

showakinen-summer-03

Kolam kecil yang terasa misterius di tengah-tengah taman.

Kolam kecil yang terasa misterius di tengah-tengah taman.

showakinen-summer-05

showakinen-summer-06

showakinen-summer-07

Meskipun sedang tidak ada kegiatan, bagian atas bangunan ini boleh dimasuki umum. Ada meja dan kursi di situ, serta tempat kosong yang cukup lowong. Di situlah saya sholat, setelah mengambil wudhu di keran di dekatnya.

showakinen-summer-08

Di dalam taman ini, ada sebuah taman lagi dengan tatanan yang bernuansa Jepang. Sewaktu kami ke sana, tampak sejumlah pria lansia sedang melaksanakan hobi mereka, yaitu memotret capung.

showakinen-summer-11

showakinen-summer-12

showakinen-summer-13

Di musim panas, banyak bebungaan berwarna biru yang bisa terlihat di Taman Showa Kinen.

Dua musim sudah saya tampilkan. Lain kali, akan saya tunjukkan foto-foto Taman Showa Kinen di musim gugur!

7 Comments (+add yours?)

  1. totoryan
    Jan 10, 2015 @ 15:52:02

    Ka Tyaaaaaaaaas bagus banget tempat ini aaaaaaahhhh…. *melototlototnempelkemonitor*
    Aku terutama tertarik banget sama bagian yg banyak decking kayunya uwaaaa

    Itu foto yg mendung dengan hujan terlihat di kejauhan dramatis banget!

    Reply

    • lompatlompat
      Jan 10, 2015 @ 16:00:28

      Awwww, makasih! Lucky shot ^^

      Aku juga seneng kelompok bangunan dari kayu itu. Kalau nggak salah, bangunan-bangunan itu buat kegiatan anak-anak. Rasanya kayak di manaaaa, gitu. Ada tempat jajannya juga, jadi bisa duduk-duduk di sekitar situ sambil ngemil.

      Reply

  2. nana
    Feb 20, 2015 @ 12:13:02

    halo kak tyas ^^ kakak kuliah di jepang ya? aduh ngiler bgt liat postingannya, pengen bgt maen ke jepang trus jalan2 sendirian kayak anak ilang hehee.
    btw aku salut bgt sama kakak, tetep ngutamain ibadah meskipun pergi ke tempat yg susah nemuin tempat buat sholatnya ^^

    Reply

    • lompatlompat
      Feb 20, 2015 @ 12:42:22

      Halo Nana! Terima kasih sudah membaca! Iya, aku lagi kuliah di Jepang tapi sebentar lagi selesai.

      Aduh jadi malu, ya hanya melaksanakan kewajiban kok🙂 Memang sering susah, namanya juga negara di mana Muslim hanya minoritas. Tapi dengan mempelajari lebih dulu tempat-tempat yang mau kita kunjungi (misalnya, cari tahu apakah di kota tersebut ada masjid atau mushola) dan mengatur jadwal perjalanan (misalnya jam 3 pas jadwal check in, check in dulu ke hotel, sholat, baru lanjutin jalan lagi), Insya Allah enggak repot kok. Aku juga pengalaman beberapa kali, orang Jepang kalau kita mintai izin tidak keberatan kalau kita memakai tempat buat sholat🙂

      Reply

      • nana
        Feb 21, 2015 @ 01:54:12

        oh gitu ya kak, dibawa santai aja berarti. jalan-jalan puas, hatipun tenang ^^ *ceileh*
        btw kak, mau tanya.. dalam bhs jepang kalo minta izin buat make tempat untuk sholat itu ngomongnya kayak gmn?

      • lompatlompat
        Feb 21, 2015 @ 04:27:41

        Emmm kalau yang sederhana sih bisa bilang “Sumimasen, chotto inoritaindesu ga, tsukawareru tokoro ga arimasuka?” Tapi kalau sekali ngajak ngomong orang pake bahasa Jepang, mereka akan mikir kalau kita udah jago, jadi siap2 aja mereka nyerocos balik🙂

  3. nana
    Mar 08, 2015 @ 13:26:28

    hmm gitu ya kak,, bisa nih dicoba kapan2 kalo maen ke jepang hehe.. makasih ya kak tyas, sukses kuliahnya ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: