Enoshima (2) Mei 2014

This post is about Japan

Saya lanjutkan yah ceritanya mengenai Enoshima…

Dengan tiket terusan, saya pun memasuki Samuel Cocking Garden, peninggalan seorang Irlandia bernama Samuel Cocking yang datang ke Jepang di abad ke-19. Ia menikahi seorang perempuan Jepang dan berbisnis di negara tersebut sampai akhirnya ia bisa membeli tanah di Enoshima, di mana ia lantas mendirikan vila dan membangun taman yang indah. Kini, yang tersisa dari rumah kacanya (yang hancur dihajar gempa besar tahun 1923) adalah pondasinya, seperti yang terlihat di foto bawah ini.

enoshima-16

Banyak sekali tanaman dan bebungaan indah yang menyemarakkan mata di dalam taman yang sebenarnya tidak terlalu besar ini. Kita juga bisa mengedarkan pandangan ke arah laut, sambil mencoba merayu kucing-kucing yang berkeliaran di taman tersebut. Kalau Anda memang doyan menggoda kucing, bolehlah Anda jajal kemampuan Anda di sini. Soalnya, beberapa kucing, meskipun sangat akrab dengan para pengurus taman, ogah diajak main oleh tamu!

enoshima-18

Di dalam taman juga terdapat beberapa bangunan, termasuk gazebo ini, yang gaya bangunannya sepertinya menunjukkan banyak pengaruh Cina. Di langit-langitnya, terlihat juga motif naga, hewan suci bagi pulau ini.

enoshima-25

Ada tempat berbelanja suvenir dan bersantap di dalam taman. Yang saya pilih adalah cafe du Gabo yang terletak di dasar menara Sea Candle. Sebenarnya awalnya saya mengincar LONCAFE yang memiliki teras yang menghadap ke laut, sayangnya saat itu sedang penuh.

Kopi dan wafel cafe du Gabo lumayan juga untuk menyegarkan perut dan mata, apalagi saat itu saya sudah agak lelah berjalan-jalan. Di kafe ini ada foto-foto para kucing yang merupakan pengunjung (atau malah penghuni?) tetap taman, beserta nama-nama mereka. Saya jadi tahu bahwa nama kucing gendut yang sempat menolak pendekatan saya berkali-kali di dekat gerbang taman ternyata bernama Tanuki. Bayangkan dong, sudah mendekati kucing dengan bermanis-manis, eh kucingnya malah menggeram dan melengos. Mau marah juga tidak bisa, karena tetap saja kucing ngambek itu terlihat lucu!

enoshima-21

Nah, inilah yang namanya Sea Candle. Kalau kita pegang tiket terusan, tinggal kita tunjukkan saja tiketnya ke penjaga, dan kita pun akan dipersilakan masuk ke lift yang akan membawa kita ke dek pengamatan di atas. Kalau tidak punya tiket terusan, kita harus membayar 500 yen (sudah termasuk biaya masuk taman sebesar 200 yen).

enoshima-19

Inilah pemandangan yang terlihat dari salah satu sisi dek pengamatan Sea Candle! Terlihatlah prefektur Kanagawa, dan jembatan yang menghubungkan Enoshima dengan daratan utama pulau Honshu. Kontras sekali ya, gedung-gedung di sebelah sana dengan pepohonan yang masih rapat menghijau di Enoshima.

enoshima-20

Di dek pengamatan juga ada penjual suvenir khas Enoshima yang lucu-lucu. Anda juga bisa meminta nama Anda, beserta nama pasangan mungkin, ditorehkan di beberapa jenis suvenir yang tersedia.

enoshima-22

Saya sih menyarankan mengunjungi Samuel Cocking Garden pada sekitar waktu Matahari akan terbenam. Mengapa? Karena kita bisa mengamati proses sang surya memasuki peraduannya, baik dari dek pengamatan di sebelah atas Sea Candle maupun dari dek pengamatan di sebelah bawah. Sewaktu saya ada di sana, sedang banyak awan di langit dan kabut yang menutupi daratan utama, sehingga bentuk Matahari tidak tampak terlalu jelas. Tapi hasilnya adalah pemandangan yang terasa misterius!

enoshima-24

Saat hari mulai gelap, lampu-lampu penghias Sea Candle juga akan dinyalakan, sehingga menjadi atraksi tersendiri. Samuel Cocking Garden buka sampai jam delapan malam, jadi ada cukup waktu untuk mengagumi lampu-lampu tersebut. Tapi Sea Candle bisa dilihat juga dari berbagai sudut pulau, sehingga bila Anda merasa sudah cukup menikmati Samuel Cocking Garden, Anda pun bisa melangkahkan kaki menuju bagian-bagian lain Enoshima yang belum sempat Anda kunjungi.

enoshima-23

Hanya saja, toko-toko dan restoran-restoran di Enoshima (dan di Jepang pada umumnya) tutup cukup awal. Senja itu, orang-orang yang berpapasan dengan saya di jalan-jalan kecil Enoshima kebanyakan merupakan turis yang masih berkeliaran, berusaha menikmati sisa hari yang sudah temaram.

Dan oya, kalau belum saya sebut, di Enoshima ada banyak sekali kucing, rata-rata gendut (atau mungkin saya membandingkan mereka dengan standar kucing kampung Indonesia). Sebagian di antaranya ramah sekali dan bersedia kita elus-elus, tidak seperti si Tanuki di Samuel Cocking Garden.

enoshima-27

Saya mencoba ke balik pulau, hanya untuk mendapati bahwa Gua-gua Iwaya sudah tutup hari itu. Ya iyalah… sudah senja juga. Ditemani sisa-sisa sinar matahari di langit, saya melihat-lihat sekeliling saja, menikmati pemandangan dan bunyi debur ombak yang dahsyat, menengok beberapa kolam batu, dan mengamati beberapa orang pemancing yang masih dengan setia mencoba peruntungan.

enoshima-29Sayangnya penerangan jalan rupanya sengaja dibiarkan jadi hal langka di Enoshima. Beberapa titik pariwisata juga dibiarkan saja tanpa lampu. Saya pun urung mengunjungi bel cinta Enoshima, begitu melihat yang menanti di depan saya adalah jalan setapak yang gelap-gulita. Emmm, makasih, lain kali saja deh, yah siapa tahu kali berikutnya kembali ke sini ada gandengannya untuk membunyikan bel cinta itu.

enoshima-28

Selesai sudah petualangan setengah hari saya di Enoshima. Saya berjalan kaki kembali ke daratan utama, menuju stasiun Katase-Enoshima untuk menumpangi kereta Odakyu pulang ke Tokyo. Rasa lelahnya benar-benar terbayarkan oleh pengalaman yang sedemikian kaya yang saya peroleh dari pulau yang sedemikian kecil!

2 Comments (+add yours?)

  1. totoryan
    Jan 07, 2015 @ 16:00:43

    Tanuki! Jadi inget Icha hahahahahah..
    Haish… serem abis kalau kita rada kesasar pas hari udah gelap gimana tuh ka >___<

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: