Ome, Januari 2014

This post is about Japan

Hari itu saya libur, dan tidak ada kerjaan.  Tanggalnya adalah 13 Januari 2014, hari libur nasional di Jepang karena berkenaan dengan Seijin no Hi, Coming-of-Age Day, perayaan bagi orang-orang yang dianggap telah dewasa karena telah berulang tahun ke-20.  Iseng, saya pun naik kereta Chuo Line sampai ke Ome.  Tidak ada alasan khusus, saya hanya ingin mencari tahu seperti apa kota kecil yang terletak di ujung salah satu cabang Chuo Line itu.

IMG_1079

IMG_1049

Bangunan kuning gading di sebelah kanan adalah stasiun Ome. Bentuknya yang kuno dipertahankan.

Salah satu  cabang?  Iya, karena meskipun jalur utama Chuo Line mengarah ke Takao (nanti kapan-kapan saya ceritakan juga), tetapi dalam sehari beberapa kereta Chuo Line mengarah ke Ome.  Namun, bila kita tidak mendapatkan kereta langsung ke Ome ini, kita bisa naik kereta sampai Tachikawa, lalu berganti ke Ome Line.  Perjalanannya tidak begitu lama kok dari Tokyo.

IMG_1048

IMG_1052

Kota Ome kecil saja.  Sebenarnya banyak yang ke sana karena ingin menikmati alamnya, tetapi hari itu saya tiba di sana sudah terlanjur siang sekali, sehingga saya hanya melihat-lihat kotanya saja.  Itu pun sebentar saja, karena sebagian besar toko dan restoran, juga museum, tutup.  Yah, namanya juga hari libur nasional.

IMG_1087

IMG_1080

Telepon umum yang terlihat seperti dari dunia antah-berantah.

Hal paling menyenangkan dari Ome adalah ruas-ruas jalan yang dihiasi poster-poster film dan iklan tua.  Di berbagai sudut, terkadang di tempat yang tak terduga atau sulit dilihat, terpajang berbagai poster, mulai dari Metropolis Fritz Lang sampai film-film klasik Jepang.  Ini kebahagiaan tersendiri bagi yang menyenangi film lama ataupun barang vintage.

IMG_1123

IMG_1064

IMG_1063

Ome juga menjadi salah satu tempat yang dikunjungi wisatawan dalam negeri khususnya karena kota ini merupakan tempat asal Akatsuka Fujio, mangaka Tensai Bakabon.  Jadi jangan heran, tokoh-tokoh Tensai Bakabon menyambut kita sejak baru tiba di stasiun kereta Ome yang dipertahankan wujud kunonya.  Di kota ini ada museum bagi sang mangaka, namun sayangnya saya juga belum sempat mengunjunginya.

IMG_1077

IMG_1107

Satu hal lagi yang banyak terlihat di sudut-sudut Ome adalah… karya-karya seni yang menampilkan wujud kucing!  Baik itu lukisan, patung, sampai hiasan halte bis.  Terlihat bahwa pembuatnya bukan hanya satu orang.  Seru juga, mencari-cari karya-karya seni bertema kucing ini di berbagai penjuru Ome.

IMG_1111

IMG_1112

Kalau Anda berkunjung ke Tokyo dan ingin pengalaman ke luar kota tapi tidak bisa jauh-jauh, Anda boleh coba mengunjungi Ome.  Tapi pastikan bukan hari libur nasional seperti yang saya lakukan, karena bisa dijamin Anda bakal disambut suasana sunyi-senyap di kota yang aslinya memang mungil ini.

IMG_1046

IMG_1084

Sebuah halte bis di Ome: memadukan poster film tua dan benda-benda kucing.

IMG_1122

Datanglah ke Ome, dan Anda akan disambut mereka di stasiun kereta!

4 Comments (+add yours?)

  1. nina
    Feb 24, 2014 @ 06:00:54

    Kota-kota di Jepang banyak taman dan pepohonan ya? Seneng banget liatnya🙂

    Reply

  2. gingerbreadandtea
    Apr 20, 2014 @ 03:19:12

    Jepang tuh kayak ga ada habisnya yaa..kalo tinggal lama di jepang kayaknya seru tuh mengunjungi kota2/daerah2 kecil yang kalah terkenal..btw udah pernah ke shimokitazawa?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: