5foot Way Inn dan Sekitarnya, Chinatown Singapura

This post is about Singapore

Bila ditanya kawasan mana yang paling saya gemari di Singapura, saya mungkin akan memilih Chinatown.  Saya menyenangi jalan-jalan dan lorong-lorongnya yang kecil, dengan berbagai toko dan tempat makan menarik.  Ada yang mencolok, seperti toko yang menjual pernak-pernik Tintin karya Herge, namun ada pula di antaranya yang ‘tersembunyi’ dan tidak banyak diketahui turis asing.  Suasananya juga terasa lebih ramah bila dibandingkan dengan kawasan perbelanjaan berbau ‘modern’.  Tempat menginap untuk pelancong yang beranggaran hemat pun cukup mudah ditemukan.

Exit A Stasiun MRT Chinatown.

The Tintin Shop di Chinatown.

Kali ini, yang ingin saya ulas adalah hostel 5foot Way Inn.  Letaknya hanya selemparan batu dari Exit A Stasiun MRT Chinatown.  Dua kali sudah saya menginap di sini, pertama sewaktu masih soft opening – dan masih banyak bagian hostel yang masih dipoles – dan kedua ketika hostel sudah betul-betul siap untuk tamu.  (Yang saya maksudkan di sini adalah cabang pertama 5foot Way Inn.  Mereka membuka cabang baru dekat Sultan Mosque di bulan April 2012, dan hostel kedua di daerah Chinatown akan menyusul.)

Pertama kali mencarinya, saya agak bingung.  Sebabnya, hostel ini menempati lantai-lantai atas sebuah ruko yang terletak di sebelah kanan saat kita keluar dari Exit A.  Di bawahnya ada toko yang menjual suvenir, yang jamak berjejer-jejer di sepanjang jalan tersebut.  Jalan masuk ke hostel adalah pintu di bagian samping depan ruko tersebut.

Begitu pintu terbuka, kita langsung berhadapan dengan tangga bercat gelap yang agak curam.  Boks neon meyakinkan kita bahwa memang betul ini hostel yang dicari-cari.

Salah satu karya seni yang dipamerkan di 5foot Way Inn.

Resepsionis berada di lantai dua.  Tapi, untuk masuk, terlebih dahulu kita harus mencopot alas kaki dan meletakkannya di rak di samping pintu masuk.  (Mungkin untuk tamu-tamu dari negara-negara ‘Barat’, berkeliaran bertelanjang kaki di hostel ini juga pengalaman tersendiri, ya.)

Berhubung namanya ‘hostel’, kamar-kamar yang tersedia bisa diisi oleh 4 atau 6 orang, dan biasanya yang kita sewa adalah ‘tempat tidur’-nya.  Jadi jangan heran bila Anda akan tidur seruangan bersama orang-orang yang tidak Anda kenal.  Untuk perempuan, ada ‘dorm’ khusus perempuan, sekiranya Anda risih bila harus berbagi dengan laki-laki.  Kamar mandi juga digunakan bersama, dengan kamar mandi khusus perempuan di lantai dua.  Maklum digunakan bersama-sama, jadi bila harus menunggu giliran, ya harus sabar.

Kebetulan, dua kali saya menginap di 5foot Way Inn, selalu bersama teman-teman, sehingga kami bisa menyewa kamar untuk berempat hanya untuk rombongan kami.  Lucunya, saya selalu dapat kamar yang sama, yang terletak selantai dengan resepsionis.  Kamar tersebut menghadap Pagoda Street yang di siang hari ramai oleh kegiatan perdagangan dan suara orang yang lalu-lalang.  Bahkan bila hanya mendengar suara saja, mungkin Anda tidak akan merasa berada di Singapura… Karena yang banyak terdengar adalah percakapan dengan menggunakan Bahasa Indonesia.  Tapi jangan khawatir, di malam hari, Pagoda Street amat sunyi, karena bukan merupakan daerah hiburan malam ‘ajeb-ajeb’.

Kamar untuk 4 orang.

Kepala tempat tidur dengan stopkontak dan rak kecil.

Kamar tidur, perabot, dan seprei semuanya serba putih.  Di kepala masing-masing tempat tidur, ada stopkontak dan rak kecil khusus untuk sang penyewa, sehingga kita bisa mengisi baterai peralatan elektronik kita tanpa perlu bergiliran dengan orang lain.  Masing-masing penyewa juga mendapatkan laci yang berukuran cukup besar di bagian bawah tempat tidur, dengan gantungan kunci yang merangkap sebagai kunci elektronik untuk membuka pintu depan hostel.a.

Hanya saja memang ukuran kamarnya tergolong sempit.  Kamar-kamar ini memang tidak didesain untuk orang-orang yang ingin menghabiskan banyak waktu di dalamnya.

Di lantai dua, juga terdapat ruang makan bersama yang terbuka, menghadap ke sudut lain Chinatown.  Minuman disediakan gratis sepanjang waktu, termasuk dari mesin minuman yang siap menghadirkan kopi, teh tarik, atau minuman cokelat.  Peralatan makan lengkap disediakan, asal kita mencucinya sendiri usai bersantap.  Nikmat sekali rasanya malam-malam duduk-duduk di bangku-bangku kayu yang tersedia sambil menyeruput minuman hangat, atau ketika pagi-pagi sekali kita sarapan sebelum Chinatown benar-benar terbangun.  Kita juga bisa banyak berinteraksi dengan penghuni lain hostel di sini.

Ruang makan di lantai dua.

Pemandangan dari ruang makan 5foot Way Inn.

Lebih banyak kamar dan kamar mandi ada di lantai tiga.  Sementara loteng yang berlangit-langit miring dimanfaatkan sebagai ruang santai yang nyaman dan artistik.  Sofa-sofa dan bantal-bantal yang ditata sedemikian rupa sungguh menggoda kita untuk merebahkan tubuh setelah seharian menjelajahi Singapura.  Di sini kita juga bisa menggunakan dua buah komputer secara gratis untuk berselancar di internet, seandainya sambungan Wi-Fi hostel tidak cukup untuk kita.

Loteng 5foot Way Inn Chinatown.

Kalau soal makanan, tidak usah khawatir.  Banyak restoran dan kedai yang mudah ditemukan di sekitar 5foot Way Inn, dari yang murah sampai yang mahal.  Restoran-restoran waralaba internasional juga ada.  Tapi kalau yang satu ini, Crazy World Cafe di Temple Street, tidak semua orang tahu, meskipun hanya berselisih satu jalan dengan Pagoda Street.  Saya juga mengetahui tempat ini dari seorang teman yang bekerja di Singapura.

Bagian depan Crazy World Cafe.

Crazy World cukup nyaman, dengan desain interior yang menarik dan stylish.  Pemiliknya adalah seorang penggemar musik Mandarin, sehingga ia juga memajang berbagai memorabilia di kafenya ini.  Bahkan pertunjukan musik cukup rutin diadakan di kafe ini yang juga menjual sejumlah cenderamata yang unik.  Kalau soal makanan, saya sangat menyarankan Anda mencicipi brownies ‘home-made’-nya.  Tampilannya saja langsung menerbitkan air liur!

Lucunya, di daftar menu ada tulisan yang menyatakan bahwa pihak kafe berusaha sekerasnya untuk menyajikan hidangan tanpa dikenai pajak.  Oleh karena itu, mereka memohon pengunjung untuk tidak hanya memesan air putih yang gratis.  Lho?  Ternyata orang Singapura ada juga ya yang doyan ‘ngadem doang’ sambil minum air putih?

Kalau malam sudah tiba, meskipun banyak ruko yang sudah tutup, justru tiba saatnya para pedagang makanan malam di Food Street beraksi.  Meja-kursi digelar, dan para pedagang siap memasakkan dan menyajikan berbagai makanan jalanan ala Singapura untuk Anda.  Yang patut dicoba adalah ‘carrot cake yang kenamaan, yang jangan dibayangkan merupakan penganan kecil dari wortel.  Hidangan ini juga tidak mengandung wortel, karena sebutan ‘carrot cake’ itu berasal dari salah pemilihan padanan kata ‘chai tao’ yang sebetulnya merujuk kepada ‘lobak’.  Porsi yang dijual cukup besar, sehingga bila perut Anda tidak besar-besar amat, satu piring hidangan bisa dibagi untuk dua orang.

Carrot cake – yang tidak mengandung wortel.

Jangan sampai seperti kami waktu itu: dengan begitu percaya diri masing-masing memesan satu porsi makanan.  Akibatnya, aduh mak…  Kami separuh merayap pulang ke hostel dengan perut kepenuhan.  Satu lagi hal yang tampaknya sulit dihindarkan bila menghabiskan waktu di Chinatown Singapura!

8 Comments (+add yours?)

  1. Nina
    Apr 11, 2012 @ 09:07:52

    Bagusnya! Jadi pengen mencoba hostelnya!😀

    Reply

  2. Evi
    Apr 13, 2012 @ 07:31:24

    Bersih ya. Terima kasih. Hostel ini saya catat untuk refrensi🙂

    Reply

  3. azeru
    Sep 14, 2012 @ 01:37:05

    kalo ke chinatown food street, suka banget black sesame dumplings-nya😀 enakk dimakan anget2 pas malem

    Reply

  4. Laelie
    Jul 26, 2013 @ 00:23:54

    Saya ada niat untuk kesana january 2014 (lama ya)..tapi saya mau pesan dari sekarang..kira2 ada ga ya disana kamar yang cuma berdua dengan kamar mandi private?,,,kalau saya lihat di pilihannya ada memang, namun saya ingin lebih memastikan dengan mngirimkan mereka email, namun saya searching sana-sini, tidak menemukan alamat email mereka.

    Mohon bantuan info nya

    Reply

    • lompatlompat
      Jul 26, 2013 @ 00:57:43

      Seharusnya ada kok kalau situsnya sendiri bilang begitu mbak. Saya pernah menginap di kamar bertiga dgn kamar mandi privat di cabang yang lain. Selamat memesan

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: