Memperkaya Pengalaman Spiritual di Batu Caves

This post is about Malaysia

Terletak tidak jauh dari Kuala Lumpur, ada sebuah tempat peribadahan umat Hindu yang sungguh memukau.  Dibangun dalam rangkaian gua di tebing gunung, Batu Caves barangkali adalah tempat ziarah utama umat Hindu Malaysia.  Sepanjang tahun Batu Caves dikunjungi banyak orang; apalagi kalau sedang perayaan Thaipusam, ramainya bukan buatan.

Berkat pembukaan jalur kereta yang berujung tepat di samping Batu Caves, mengunjungi kuil ini menjadi mudah sekali.  Cukup naik kereta sekali dari KL Sentral, turun di Batu Caves, dan hup… tinggal berjalan beberapa ratus meter mendekati undak-undakan yang menuju ke gua raksasa yang merupakan titik sentral kawasan Batu Caves.  Namun sebelumnya, kita akan disambut patung Hanuman raksasa yang berdiri gagah dekat gerbang menuju stasiun kereta.

Batu Caves dilihat dari stasiun kereta.

Patung Hanuman raksasa.

Objek lain yang langsung akan merebut mata adalah patung Lord Murugan yang menjulang di kaki undak-undakan, berlatar belakang tebing gunung yang dirimbuni tetumbuhan.  Selain patung tersebut, ada pula bangunan kuil yang disarati arca-arca yang merepresentasikan dewa-dewi Hindu, terutama Syiwa dan keluarganya.  Sebuah kolam yang cukup luas turut menambah kesejukan suasana.

Lord Murugan… dan tangga menuju gua yang bahkan lebih tinggi lagi daripada patung tersebut.

Syiwa dan keluarganya.

Saat saya ke Batu Caves, hujan rintik-rintik sedang membasahi bumi.  Ngeri rasanya mendaki tangga yang curam dan semakin licin kala hujan.  Saya tak lagi mengkhawatirkan monyet-monyet nakal yang bebas berkeliaran di kawasan kuil.  Mereka ini konon tak segan mengganggu pengunjung, namun dibandingkan kemungkinan terpeleset dari ketinggian beberapa belas, bahkan beberapa puluh, meter, monyet-monyet itu bukan ancaman besar.  Kecuali, tentu saja, kalau Anda terpeleset gara-gara mereka…

Tapi yah, sudahlah.  Toh saya tidak bisa mundur lagi.  Sayang amat, belum dapat apa-apa, sudah turun lagi.  Jadi meskipun hati agak gentar dan napas mulai ngos-ngosan, saya memaksakan diri terus bergerak menaiki tangga, meski kadang-kadang berhenti untuk beristirahat.  Pengunjung juga terus mengalir naik: baik orang-orang keturunan India beragama Hindu yang memang datang dengan tujuan beribadah, maupun wisatawan ingin tahu seperti saya.

Waduh, sudah tinggi juga. Tanggung dong, kalau turun lagi?

Okelah… mari naik terus!

Tiba di atas sungguh merupakan pencapaian pribadi bagi saya.  Rasa letih seketika sirna.  Di hadapan mata ada keajaiban alam berpadu dengan buah jerih-payah manusia.  (Coba bayangkan, waktu pertama tangga ke gua itu dibangun, bagaimana ceritanya, bagaimana sulitnya?)  Kesyahduan menguar bahkan sebelum kaki jauh melangkah ke dalam gua: sepasang suami-istri berdarah Cina yang sudah agak renta, tampak khusyuk berdoa.  Saya kok yakin padahal agama mereka bukan Hindu, namun tak ada yang mempermasalahkan.

Di mulut gua, ada kios-kios yang menjual barang-barang devosi umat Hindu (dan juga minuman, bagi Anda yang keringatnya terkuras habis sewaktu mendaki tangga).  Sebagian barang juga bisa Anda beli untuk oleh-oleh.

Sejumlah arca di dalam gua.

Dan begitu masuk ke dalam gua utama… wah.  Napas yang sudah mulai teratur, kembali tercekat karena kagum.  Penerangan remang-remang justru semakin menonjolkan fitur-fitur alami gua, dan menambah kesan agung kepada arca-arca yang ditempatkan di berbagai sudut, terkadang di tempat yang agak tidak terduga.  Mengunjungi Batu Caves merupakan keriaan bagi indra penglihatan, sekaligus memperkaya pengalaman spiritual.

Pemandangan yang membuat napas saya tercekat.

2 Comments (+add yours?)

  1. hilsya
    Jul 01, 2011 @ 12:33:04

    hm.. kuat ga ya?
    secara selama ini saya tuh payah banget kalo disuruh jalan..apalagi mendaki..
    semangat ah.. kayaknya seru juga pengalaman ini..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: