Supershow 3 Vietnam: Antiklimaks di Tengah Guyuran Hujan

This post is about Vietnam

Penunjuk suhu di dalam taksi menunjukkan 40 derajat Celcius.  Wah, kalau benar, gila betul.  Apa betul dengan suhu sepanas ini, Supershow 3 Vietnam akan diselenggarakan di stadion luar-ruang?  Apa tidak kasihan pada Super Junior yang akan tampil menghibur para penggemarnya di konser terakhir dalam rangkaian SS3?

Suhu itu sebenarnya saat siang hari, ketika kami menuju Lotte Mart di Distrik 7 Ho Chi Minh City untuk mengambil tiket SS3 kami.  Ini pertama kali saya menjejak Distrik 7, dan kesan pertama saya tidak mengesankan.  Dulunya daerah ini rawa-rawa, lantas sekarang merupakan monster urban yang sedang dibangun.  Bangunan modern tanpa kekhasan mencolok, menjamur di sana-sini.  Banyak lahan kosong yang sudah dibuka namun kini baru ditumbuhi rumput saja.

Tempat pengambilan tiket di Lotte Mart Q7.

Sebenarnya para fans SuJu (akrab disebut ELF) memperoleh cukup banyak kemudahan untuk menonton SS3 Vietnam.  Tiket bisa dibeli dengan mudah melalui situs internet dengan pembayaran kartu kredit.  Fans bisa juga menitip beli ke fanbase yang berpangkalan di Vietnam.  Bukti pembelian tiket ditukarkan sejak H-7 di Lotte Mart Q7 atau pada hari-H di stadion Go Dau yang terletak di Binh Duong, sebuah kota kecil dekat HCMC.

Tidak ada antrian di tempat pengambilan tiket, barangkali selain karena masa pengambilan tiket yang cukup panjang, loket yang tersedia juga cukup banyak, sesuai kelas tiket yang dibeli.  Dan satu alasan lagi: kali ini konser SuJu gagal sold-out.  Konon dari 11.000 lembar karcis yang tersedia, tersisa 60% yang tak dilirik pembeli.  Apakah penyelenggara kelewat optimistis memperhitungkan jumlah penonton, dan mematok harga terlampau mahal?

Selain mengambil tiket pertunjukan, kami juga membeli tiket bis pulang-pergi seharga 95.000 VND (Dong) menuju stadion Go Dau.  Setelahnya, kami harus ke bandara untuk mengambil koper anggota rombongan kami yang kemarin sempat ‘lenyap’ namun telah ditemukan kembali.  Kebetulan waktunya bersamaan dengan tibanya pesawat yang membawa Eeteuk, Heechul, Yesung, dan Shindong dari Korea.  Wah, ELF tampak menyemut di pintu keluar kedatangan.  Sebentar-sebentar mereka berseru-seru meneriakkan nama Super Junior.  Para wisatawan yang tidak ada sangkut-pautnya dan baru tiba, tampak keheranan ketika melihat sedemikian banyak orang, terutama remaja perempuan, mengerubung.  Bahkan ada yang memotret dan memfilmkan segala kerumunan itu!

Bersyukurlah foto ini tidak bisa memancarkan bau.

I’m waiting outside!  There are so many young girls!  It’s dangerous, dangerous!”  Tanpa sengaja saya mendengar seorang pria berbicara di telepon genggam kepada rekan yang ia jemput.  Hahaha, memang cukup ‘mengerikan’ sih melihat orang sebanyak ini, yang tampak antusias sekali.  Sebagian bahkan menunggu dari malam, meskipun pesawat para anggota SuJu yang tidak tergabung dalam subunit SuJu M dijadwalkan baru tiba pukul 2 lewat.  Bau kerumunan sudah tidak keruan—kebayang kan, HCMC sedang panas-panasnya.

Sorak-sorai semakin keras ketika layar pengumuman menyatakan pesawat dari Seoul telah mendarat.  Namun kegelisahan terasa semakin meruak ketika menit demi menit berlalu dan para anggota SuJu tak muncul juga batang hidungnya.  Mendadak ada yang meneriakkan sesuatu, dan tangis sejumlah fans kontan pecah.  Oh la la.  Ternyata ada yang mendapat kabar, yang dinanti-nanti sudah berada di hotel.  Mereka keluar dari pintu kedatangan domestik.  Kecele, deh.  (Petang harinya, SuJu M juga berhasil mengecoh fans dengan keluar dari pintu VIP.)

Keesokan hari, kami minta diantar taksi ke tempat bis-bis khusus SS3 menanti.  Kami dan juga supir taksi sempat kebingungan mencari alamat yang dimaksud, karena ternyata ada nomor salah pada alamat yang tertera di tiket.  Untung panitia yang telah berjaga di sekitar terminal-sementara itu siap membantu mengarahkan kami.  Meski bis dijadwalkan berangkat pukul 4, ketika bis sudah cukup terisi, pukul 3  bis kami sudah bertolak, menelusuri jalan-jalan HCMC yang sempit.

Jarak yang kami tempuh ternyata cukup jauh, memakan waktu kira-kira sejam dari HCMC.  Pendingin udara yang menebarkan udara sejuk membuat mengantuk.  Uh, syukurlah kami memutuskan naik bis, bukan taksi.  Harus bayar berapa kalau kami memilih taksi?  Dan kami jadi bertanya-tanya, mengapa harus pilih tempat sejauh ini dari HCMC, padahal ada sejumlah stadion di dalam kota tersebut?

Kesan pertama kami atas Go Dau tidaklah mengesankan.  Astaga.  Rasanya di Indonesia masih banyak stadion yang jauh lebih bagus.  Hmm.  Rasanya Tennis Indoor Senayan pun jauh lebih meyakinkan daripada stadion ini.  Kondisi diperparah dengan petugas dan panitia yang kerap kebingungan atau tidak tanggap menghadapi pertanyaan penonton, seperti di mana harus mengantri dan lain sebagainya.

Sudut curcol.

Sambil menanti gerbang-gerbang dibuka, kami melihat-lihat barang-barang yang dijajakan di depan stadion (tidak ada yang ofisial) dan menengok spanduk-spanduk yang dipasang fanbase di pagar sekeliling.  Ada pula penggemar yang membagi-bagikan karya yang disiapkan untuk proyek.  Kami juga bertemu sejumlah ELF Indonesia lain.

Orangnya sudah nggak ada, spanduknya saja. EH NGGAK KOK, MAAF HAN GENG.

Ketika akhirnya gerbang dibuka, penonton berhamburan masuk.  Kami yang di tribun agak santai, namun saya sempat tegang juga ketika tiket saya diperiksa oleh petugas berseragam yang sepertinya sok sekali membolak-balik tiket saya.  Sebenarnya dia mengerti tidak ya seharusnya tiket yang benar seperti apa?  Jahat memang, tapi tak pelak saya berpikir begitu.

Ya, mendingan foto bareng di sini saja. Di dalam nanti jauh sekali.

Sewaktu melangkahkan kaki ke dalam stadion… walah, apa-apaan ini?  Stadion ternyata berbentuk melingkar.  Panggung SS yang biasanya sampai mengelilingi tempat penyelenggaraan, ‘disunat’ jadi di tengah-tengah saja.  Yang lebih konyol, semua kelas yang duduk, jauh sekali letaknya dari panggung!  Bahkan zona A yang paling mahal pun, ada sekitar 4 meteran jauhnya dari bibir panggung!  Hanya kelas free standing yang dekat dengan panggung, itu pun relatif sepi.

Pemegang tiket duduk paling murah nyaris tak bisa melihat panggung, saking miringnya letak kursi mereka.  Namun rupanya karena menyadari penonton bakal ‘bolong-bolong’, panitia meminta semua yang ada di zona E dan G untuk bergeser memasuki zona D dan F yang tiketnya lebih mahal.  Nah lho!  Kalau saya beli zona D & F, saya bakalan kesal, tuh.  Tahu begitu buat apa saya mengeluarkan uang lebih banyak, coba?

Barangkali pengaturan posisi penonton terkonyol yang pernah saya lihat.

Pertanyaan-pertanyaan kembali bermunculan: kenapa ya zona-zona duduk di bagian samping tidak ditiadakan saja, dan lebih banyak tiket free standing dijual sehingga sekeliling panggung terpenuhi penonton?  Kasihan penonton, kasihan SuJu yang jadi sulit berinteraksi dengan para fans.  Singkatnya, pertunjukan jadi rada ‘garing’.  Sudah jauh, gelap sekali pula, sehingga segala proyek yang sudah capai-capai disiapkan menjadi sia-sia.  Bagaimana SuJu mau lihat?

SuJu sendiri tampil memukau seperti biasa.  Meski hawa panas mencekik, mereka tetap tampil dengan kostum yang mereka kenakan di konser-konser SS3 lain—tapi dikabarkan mereka tidak memakai make-up agar tidak luntur.  Hhhh, ya iyalah!  Kami saja kegerahan, apalagi mereka yang biasa hidup dalam iklim Korea.  Peralatan panggung yang diboyong dari Malaysia sih cukup lengkap, mulai dari rangkaian layar melingkar yang bisa naik-turun, sling untuk membuat para personil SuJu melayang di udara, hingga layar khusus untuk Rinaldo.

It’s a bird, it’s a plane, it’s… kayaknya SuJu deh…

Sadar jarak yang memisahkan mereka dengan sebagian besar penonton amat besar, para personil SuJu bergantian mendekati ujung-ujung panggung dan melambai-lambai bersemangat ke arah para fans yang duduk di seberang lautan.  Ini sukses membangkitkan kembali semangat para penonton yang berkali-kali tampak agak lemas.  Namun keadaan memburuk ketika hujan mulai turun.  Sejak pertunjukan belum mulai memang guntur terdengar beberapa kali,  dan yah… kejadian deh.  Jangankan penonton, SuJu pun basah kuyup.  Yang lebih mengesalkan lagi, gara-gara hujan, dua layar di kanan-kiri panggung ditutupi terpal.  Terpaksa hanya mengandalkan layar tengah, yang tidak terlihat jelas dari sebagian zona.

Yang agak membuat risih bagi saya dan teman-teman adalah fanbase Only-13 yang amat kuat di Vietnam.  Henry Lau dengan penampilan manisnya membawakan Baby Justin Bieber masih cukup mendapat sambutan.  Namun ketika giliran Zhou Mi—yang tampil sangat energik—banyak light stick yang dimatikan, dan nyaris tak ada yang meneriakkan namanya.  Auch!  Fans Indonesia langsung bertekad tak akan membiarkan hal itu terulang di Jakarta!

Ketika pertunjukan nyaris berakhir dan SuJu berusaha melemparkan bola-bola ke arah penonton… uh, ya, pada awalnya, tak ada satu pun lemparan mereka yang sampai.  Lha wong jauh sekali!  Namun para anggota berusaha lebih keras melempar hingga mencapai kursi penonton zona A dan B.  Zona-zona lain ya kebagian melihat saja.  Kalau SuJu punya meriam, baru mungkin bola-bola mereka bisa mencapai zona D sampai G.

Akhirnya SuJu pun menutup pertunjukan mereka.  Sepertinya sih Eeteuk mengakhiri salamnya dengan mengatakan sesuatu tentang Indonesia, tapi tidak seorang pun di rombongan kami menangkapnya dengan jelas.  Barangkali ada yang mendengar?

Kami pulang dengan basah dan kelelahan menggunakan bis dari panitia.  Tiba di HCMC, hujan masih terus mengguyur.  Agak lama baru kami bisa memperoleh taksi yang mengantar kami pulang ke penginapan.  Haduh.  Benar-benar pengalaman tak terlupakan, deh.  Para fans Indonesia pun memutuskan untuk menonton SS4 di tempat lain saja—syukur-syukur di Jakarta.  Bahkan teman saya, ELF Vietnam, mengatakan sudah mulai menabung, karena khawatir SS4 tak akan mampir lagi ke negaranya.

SS3 Vietnam terasa seperti antiklimaks bagi seluruh rangkaian konser SuJu kali ini.  Saya sih bersyukur bisa menonton SS3 Vietnam, namun tetap saja saya berharap: Semoga lain kali kita semua bisa menonton SuJu dalam kondisi dan dengan fasilitas yang jauh lebih baik!

Sebagian foto diambil oleh Ayu Palar.

15 Comments (+add yours?)

  1. Icha
    May 18, 2011 @ 20:23:52

    Ya ampun itu foto panggung. Suju-nya mana? Cuma keliatan di layar saja.😀;;;

    Reply

    • lompatlompat
      May 19, 2011 @ 01:33:53

      Niat menjamah tidak tersampaikan… XP

      Tapi rata-rata yang mengeluh fans asing semua, yang tentunya sudah punya pengalaman menonton yang lebih baik di negeri lain. Fans Vietnam tetap antusias, mungkin karena… nggak tahu ya, jarang ada pertunjukan di sana? ^^;;;

      Reply

  2. atchoo
    May 18, 2011 @ 23:57:23

    Semoga SS4 bisa jadi lebih asooooyyy.

    Ahhh Hangeng, semoga tenang di sana (maksudnya di Cina) :p

    Reply

  3. chan
    May 19, 2011 @ 00:05:09

    waaaahh parah beneerr 0.o #spechless

    Reply

    • lompatlompat
      May 19, 2011 @ 01:37:28

      Iya, kasihan kan Super Junior. Tapi dengan sarana dan prasarana seperti itu, ternyata mereka tetap saja mau terima tawaran manggung di sana ya. Masa di Indonesia nggak bisa sih ya… Ayo dukung usaha-usaha mendatangkan SS4 ke Indonesia!

      Reply

  4. Tante Labil
    May 19, 2011 @ 01:22:09

    nonton konser SS3 Vietnam makin nggak nyaman karena petugas keamanannya jaga konser kayak jaga kumpulan napi:( berjejer di depan dan belakang deretan penonton, ngeliatin dengan galak, sampai mau minum aja ngeri. Belum lagi aturan aneh ngambil tutup botol yang dibawa penonton, sedangkan botol sama isinya boleh dibawa masuk. Ya tumpah semua lah paak~ Sampai detik ini belum nemu alasan logisnya kenapa itu tutup botolnya doang yang diambil hahahaha..

    Reply

    • lompatlompat
      May 19, 2011 @ 01:40:26

      Ah, itu penjaga-penjaganya ngincer tulisan hadiah di tutup botol minuman kali…😛 Sebenernya gue juga ga sengaja nendang botol minum orang yang duduk di depan gue sih sampe celananya basah, tapi awalnya ga sadar… Baru pas dia berdiri sambil ngelihat-lihat celananya gue mikir “Upss… maaf ya Mbak, salahin pak penjaga yang ngambil tutup botol saya…”

      Di zona lain ada yang penjaganya keras banget katanya…

      Reply

      • Tante Labil
        May 19, 2011 @ 03:28:20

        Zona A ya kalo nggak salah? Mau foto sampai dipelototin dan diteriakin petugas >.< Untung zona kita masih bisa foto-foto ya. Biar hasilnya apa pula juga. Barbar gitu jaraknya… Yah, buat SS4 mending kejar di tempat lain deh. Sukur2 Jakarta dapet dan promotor yang nanganin oke. Atau kejar sampai Manila atau Bangkok lah *kedip kedip kedip*

      • lompatlompat
        May 19, 2011 @ 05:37:33

        Tapi fotonya juga ya gitu deh hahaha. Itu juga karena kita agak ke belakang, yang di depan-depan kan ditegur-tegur gitu sama penjaga.

        Eh pliiiis. Jangan sampe konser di sini diawasin satpol PP haha. Dan yang penting cari tempat konser yang ada AC-nya dong aaaah.

  5. Andi Nur Fitri A (@Fifipiw)
    Feb 26, 2012 @ 11:37:50

    boleh aku share link nya ke promotor indo yg mau bawa suju di super show 4 ntar?
    sebagai bahan pertimbangan biar SS4 nanti diadain ny mending indoor.. jangan outdoor.. kasihan super junior.. kasihan elf juga..
    thanks🙂

    Reply

  6. devina
    Mar 02, 2012 @ 03:51:52

    iyaa
    aq jga pas prtma x lyt tu shock bgt
    jauh bgt posisinya
    nysel de!!truzz yg dduk bkan d zona a ato b tu kasian
    lyt layar smping y ngk jlas psti..
    ckck
    pdhal pg sna aj udh mhal tmbh tket ss..
    pnjganya y glak mnta ampun
    ngk tw sopan sntun
    truzz pnasnya ngk karuan..

    Reply

  7. omnduut
    Feb 27, 2013 @ 00:30:16

    Iya, agak aneh kenapa (pertunjukan tahun itu) berakhir di Vietnam, bukan di Indonesia…😛

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: