Tanah Tingal: Setitik Kesegaran di Ciputat

This post is about Indonesia

Dipikir-pikir, lucu memang.  Saat langkah kaki (dan kereta api, dan kapal, dan pesawat terbang) telah jauh membawa saya ke berbagai tempat, ternyata saya belum pernah mengunjungi Tanah Tingal, yang dengan berjalan kaki saja tercapai dari rumah saya.  Kalau teringat ini, saya sering malu.  Maka itu, suatu hari Minggu belum lama ini, dengan niat berolahraga pagi, saya dan seorang teman pun menyambangi tempat tersebut.

Sayangnya, berhubung niat saya pagi itu adalah berolahraga, saya tidak membawa kamera.  Oleh karena itu, hanya beberapa foto yang bisa saya berikan di sini, yang saya ambil dengan telepon genggam saya.

Tanah Tingal adalah tanah pribadi yang dibuka untuk umum (dengan biaya masuk 15 ribu rupiah) sebagai tempat outbond, dilengkapi pula dengan arena futsal, kolam renang, dan danau kecil di mana pengunjung bisa berdayung perahu.  Untuk melakukan sejumlah aktivitas, Anda perlu membayar lagi.  Selain berolahraga pribadi, Tanah Tingal juga bisa disewa untuk kegiatan kelompok, termasuk perhelatan seperti pernikahan.  Untuk anak-anak sekolah, juga tersedia berbagai kegiatan khusus lengkap dengan instrukturnya, mulai dari membatik sampai membuat gula merah.

Keunikan lain dari Tanah Tingal adalah keberadaan sekolah alam di dalamnya.  Saat ini, ada taman kanak-kanak dan sekolah dasar, yang baru mencapai kelas 5.  Bangunan-bangunan sekolah sungguh unik, karena kelas-kelas terbuka ke udara bebas dan segar, tidak berdinding; penutup yang tersedia bila diperlukan sewaktu-waktu paling-paling kerai yang bisa digulung ke atas.  Bahan bangunan yang mendominasi adalah kayu dan gedek.

Di depan setiap kelas, ada rak sepatu dengan bot-bot berjejer, yang tentunya digunakan anak-anak ketika bermain di halaman atau berkebun.  Ya, ada petak-petak kebun yang ditandai dengan papan yang menunjukkan kelas yang bertanggung jawab atas masing-masing petak.  Saya asyik sendiri membayangkan seperti apa bersekolah di sini.

Pagi itu, kami cukup puas berjalan-jalan sejenak di Tanah Tingal.  Tempatnya memang tidak terlalu luas, namun saat berada di dalamnya, dikelilingi pepohonan tinggi, rerumputan menghijau, dan berbagai tumbuhan lain, sejenak saya lupa saya berada di Ciputat, kawasan padat penduduk dan sesak perumahan – yang terus mengalami degradasi lingkungan, dengan diubahnya lahan-lahan basah menjadi perumahan gugus.

6 Comments (+add yours?)

  1. adai21
    Feb 02, 2011 @ 22:21:23

    wah bagus sekali…

    Reply

  2. Fahrie
    Feb 03, 2011 @ 16:40:42

    Ciputat, tempat kuliah saya dulu tuh … hehe

    Reply

  3. hilsya
    Feb 15, 2011 @ 11:12:05

    ya ampun..ga kepikir untuk bikin postingan..
    udh keduluan tante guru deh..hehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: