Menikmati Kontras Macau

This post is about China

“Macau is very very small.  It’s difficult to get lost in Macau, but it’s easy to lose.”

 

 

 

Macau Tower

Macau Tower.

 

 

 

Ucapan dalam salah satu pidato pembukaan konferensi penerjemah yang saya hadiri di Macau seolah merangkum pandangan orang banyak mengenai wilayah mungil yang merupakan bagian dari Republik Rakyat Cina tersebut.   Dalam benak umum, Macau (atau ada juga yang mengejanya Macao) hanyalah sebuah pulau kecil yang menjadi tempat berkumpul utama para penjudi Asia Tenggara dan Asia Timur.  (Sebetulnya, selain pulau Macau, ada pula pulau Taipa.  Kedua pulau ini dihubungkan oleh sejumlah jembatan megah.)

Bandara Macau

Bandara Macau di malam hari

Mosaik bandara Macau

Mosaik yang menghiasi bandara internasional Macau

Sepintas untuk pelancong yang tidak punya dana banyak, Macau bukan tempat yang menjanjikan.  Barangkali Hong Kong – yang hanya berjarak sejam naik feri dari Macau – tampak sebagai tempat wisata yang lebih menarik.  Namun sebenarnya, banyak hal lain yang ditawarkan Macau selain kemewahan kasino. Dan bahkan meskipun Anda tak niat berjudi, kemewahan itu bisa tetap Anda cicipi dengan gratis!

Salah satu sudut Macau

Lampion-lampion Cina menghiasi bangunan lama bergaya Portugis.

Macau memang telah lama menjadi tempat kontras hadir berdampingan: hidup bersama, tak saling menghancurkan, malah saling mendukung.  Lama menjadi jajahan Portugis, Macau memperoleh pengaruh yang berbeda dari Hong Kong yang dipegang Inggris berabad-abad sebelum dikembalikan ke Cina.  Pengaruh Portugis ini, dari segi arsitektur sampai makanan, paling terasa di kota tua Macau.

St Paul dari depan

Ya, saya tahu sudah ada ribuan foto seperti ini, tapi barangkali memang wajib memotret St Paul dari depan bila Anda mengunjungi Macau.

Oya, meskipun bahasa resmi di Macau adalah bahasa Kanton dan Portugis, hanya sedikit sekali orang Macau yang bisa berbahasa Portugis.  Yang bisa berbahasa Inggris dan bahkan membaca huruf Latin pun tidak banyak, meskipun di kalangan anak muda jumlah tersebut meningkat.  Oleh karena itu sebaiknya perlengkapi diri Anda dengan peta atau alamat dalam bahasa Kanton/tulisan Cina.

Papan nama jalan di Macau

Hati-hati, belum tentu semua penduduk Macau bisa membaca nama jalan yang tertera dalam huruf Latin.

Sebelum bercerita lebih lanjut tentang kota tua, saya akan berbagi info terlebih dahulu mengenai Macau secara umum.  Dari Jakarta, cara termudah menuju Macau adalah dengan maskapai penerbangan Mandala.  Kalau Anda senang bepergian dengan AirAsia, Anda harus ke Kuala Lumpur, Penang, atau Bangkok dulu untuk menumpang pesawat ke Macau.  Karena pesawat Mandala tiba larut malam di Macau, biasanya orang-orang menyarankan kepada Anda untuk bermalam di bandara saja.  Namun kalau sempat, tumpangi saja shuttle bus gratis ke Venetian Macau, kompleks kasino dan hiburan mahabesar yang terletak tak jauh dari bandara.  Habiskan malam di sana untuk melihat-lihat, bila Anda lebih memilih untuk tidak langsung bermalam.  Saya sendiri lebih memilih langsung ke hotel, Ole London, yang tergolong murah untuk ukuran Macau, dan juga strategis karena banyak atraksi wisata, termasuk kota tua, yang bisa tercapai dengan jalan kaki.

Shuttle bus Macau

Contoh shuttle bus yang disediakan oleh Venetian Macau

Ngomong-ngomong soal shuttle bus, nah ini tip yang sangat bermanfaat untuk Anda:  Persaingan bebas dan sengit antara berbagai kasino dan hotel mewah mendatangkan keuntungan berupa penyediaan shuttle bus gratis dari/ke bandara dan terminal feri.  Pandai-pandai saja memanfaatkan bis-bis tersebut untuk menghemat pengeluaran.

Bis Macau

Bis umum di Macau.

Kalaupun Anda harus naik bis umum, tarifnya cukup murah dan flat.  Bila Anda berputar-putar di Macau saja, tarifnya 3,20 dolar Hongkong atau pataca Macau (kedua mata uang ini dianggap setara, meskipun sebenarnya dolar Hongkong sedikit lebih mahal daripada pataca).  Bila menyeberang ke Taipa, tarif menjadi 4,20; bila sampai ke Coloane, 5,00; dan jika sampai ke Hac Sa, 6,40.

Taksi Macau

Taksi Macau biasanya men-charge lebih dari yang ditunjukkan argo.

Bila terpaksa menggunakan taksi, hati-hati.  Anda biasanya akan membayar lebih banyak dari yang tertunjuk di argo.  Bukannya para supir itu nembak harga, melainkan memang ada peraturan dari perusahaan, bahwa Anda harus membayar tarif tambahan bila menyeberang dari Macau ke Taipa atau Coloane dan bila meletakkan barang di bagasi.  Dengan tarif buka pintu (flagfall) 13 HKD, memang taksi terasa agak mahal, kecuali bila Anda beramai-ramai.

Akan tetapi, dengan modal kaki saja, banyak atraksi wisata yang bisa Anda sambangi.  Apalagi desain kota Macau sangat enak untuk ditelusuri dengan berjalan kaki, dengan trotoar-trotoar lebar yang dihiasi mosaik cantik.  Di sana-sini pun terdapat taman, sering kali dilengkapi peralatan kebugaran, yang bisa Anda gunakan untuk beristirahat bila lelah.

Trotoar Macau

Mosaik hitam-putih cantik menyusun trotoar-trotoar di Macau.

Yang lebih cerdas lagi, deretan pertokoan modern yang menempati bangunan-bangunan lama yang dilestarikan menghubungkan beberapa bangunan bersejarah di Macau, yang sebenarnya terletak agak berjauhan.  Dengan demikian, berjalan dari satu tempat ke tempat lain tidak terasa melelahkan, dan malah jadi ajang memanjakan mata dan, mungkin, menipiskan dompet.

Senado Square

Warna-warni Senado Square.

Peninggalan budaya paling terkenal di Macau adalah Senado Square atau Alun-alun Senat.   Gedung-gedung peninggalan Portugis yang masih dalam kondisi sangat baik mengundang decak kekaguman dan jepretan kamera.  Datanglah di sore dan malam hari, apalagi di akhir minggu, maka tak bisa tidak, Anda akan bersikut-sikutan dengan ribuan orang lain yang memadati alun-alun tersebut.  Namun datanglah pagi-pagi, dan Senado Square pun sunyi senyap: paling-paling hanya ada penduduk setempat yang membawa anjing mereka jalan-jalan, atau menuju Monte Fort untuk senam t’ai-chi.

Lorong menuju Senado

Salah satu lorong menuju Senado Square, senyap di pagi hari.

Menyusuri lorong-lorong yang bercabang-cabang dari Senado Square, kita bisa menemukan gereja St. Dominic yang berwarna kuning cerah, Katedral, Kantor Pos Pusat, dan berbagai bangunan bersejarah lain yang masih difungsikan.

St Dominic

St Dominic di persimpangan jalan.

Bagian dalam St Dominic

Bagian dalam St Dominic.

Pintu St Dominic

Dinding kuning St Dominic berpadu kontras dengan daun pintu dan jendela yang berwarna hijau.

Tengoklah kiri dan kanan, dan Anda akan menjumpai sejumlah kedai kue yang menjual penganan kebanggaan Macau, portuguese egg tart, dengan harga berkisar dari 5-6 dolar.  Guyur juga kerongkongan dengan berbagai jenis minuman teh dan kopi yang menyegarkan.  Harganya mulai dari 10 dolar, dengan ukuran yang cukup besar.  Bila ingin karbohidrat, boleh coba Ireland’s Potato yang menjual semangkuk kentang goreng seharga 10 dolar yang bisa dibubuhi bumbu bawang putih atau kari.

Kedai egg tart

Salah satu kedai yang menjajakan egg tart.

Egg tart dan teh

Egg tart hangat dan teh dingin, mmm…

Ireland's Potato

Karbohidrat praktis!

Sebuah cabang 7-Eleven juga menyempil di lorong menuju St Paul.  Untuk yang ingin menghemat biaya makan, 7-Eleven sungguh membantu.  Harga seporsi nasi dan lauk mulai dari 14 dolar, namun jangan keburu berpikir ini mahal: karena ukuran porsinya 2 kali ukuran porsi di Indonesia, alias besar sekali!  Kalau buat saya, cukup untuk makan siang dan makan malam sekaligus.

St Paul dari sudut lain

Undak-undakan di depan St Paul.

Dekat St Paul.

Alun-alun di antara St Paul dan Monte Fort.

Ikutilah tuntunan papan-papan petunjuk jalan dwibahasa menuju landmark Macau: reruntuhan gereja St Paul yang nyaris habis digempur saat Perang Dunia II, dan hanya menyisakan bagian depan yang tegak di atas undak-undakan.  Lalu, jangan sampai kalah dengan para kakek dan nenek Macau: dakilah tangga demi tangga menuju puncak benteng.   Pandanglah Macau berkeliling, dan nikmati kontras bangunan-bangunan tua yang berdempet-dempetan dengan kasino raksasa Grand Lisboa yang berbentuk unik di latar belakang.  Bagian dalam benteng kini merupakan Museum Macau, yang menyimpan banyak pajangan dan sajian mengenai sejarah Macau.

Sudut benteng Macau

Salah satu sudut benteng Monte Fort.

Latihan Taichi

Berlatih t’ai-chi di puncak benteng.

Meriam puncak benteng

Membidik Grand Lisboa dengan meriam di puncak benteng. Eh…

Museum Macau

Pintu masuk Museum Macau.

Selain yang sudah saya sebutkan di atas, masih banyak peninggalan bersejarah Macau yang bisa Anda nikmati, seperti Kuil A Ma, Barak Moor, dan lain-lain.  Sebagian bahkan mungkin tidak tercantum di peta wisata – tidakkah menyenangkan, tahu-tahu menemukan objek menarik terselip di tempat yang tidak Anda duga?  Dan bila Anda butuh keriaan, selalu ada berbagai macam festival dan acara menarik di Macau sepanjang tahun.  Berjalan kaki suatu malam dari Macau Tower menuju Grand Lisboa, saya mendapati dua festival – 1 festival makanan, 1 festival amal – sedang berlangsung disirami semarak cahaya warna-warni.

Festival makanan.

Festival makanan semarak warna-warni neon.

Puas menikmati bagian tua Macau, kini berpindahlah ke bagian baru yang bergelimang uang, namun tetap bisa kita nikmati tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.  Dari Senado Square, misalnya, Anda bisa berjalan kaki ke Grand Lisboa.  Masuk saja dengan percaya diri, dan tenggelamkan diri dalam pameran sejumlah karya seni yang indah di lantai dasar.

Pameran di Grand Lisboa.

Salah satu karya seni yang dipamerkan di Grand Lisboa.

Kemudian menyeberanglah melalui lorong bawah tanah ke Wynn.  Di kasino ini, mulai pukul 10 pagi, ada pertunjukan gratis Dragon of Fortune dan Tree of Prosperity setiap sejam sekali – sebenarnya berlangsung di tempat yang sama, hanya saja setiap setengah jam, pertunjukan yang ditampilkan berbeda.  Sebuah kubah di lantai akan membuka, memunculkan seekor naga atau pohon raksasa, yang masing-masing tampil selama sekitar 4 menit.  Selain itu, sejak jam 11 siang, setiap 15 menit sekali, di kolam di depan pintu utama hotel  ditampilkan pertunjukan air mancur dan api yang cukup menggetarkan.

Kubah naga

Dari dalam kubah di lantai itu, akan muncul naga raksasa…

Air dan api

Pertunjukan air dan api di depan Wynn.

Pertunjukan akrobat dan seni gratis juga Anda bisa nikmati di Venetian Macau, Taipa.  Venetian Macau menyediakan sejumlah teater untuk berbagai macam pertunjukan, dari stand up comedy sampai konser musik, dan juga Cirque du Soleil yang terkenal.  Anda juga bisa iseng melihat-lihat orang berjudi di dalam kasino, meskipun tidak boleh memotret.  Ada ketakjuban tersendiri mengamati betapa cepat uang hilang di atas meja-meja judi Macau – saya jadi teringat lagi penggalan pidato sambutan yang saya kutip di atas.

MU Experience

Manchester United Experience Store, Venetian Macau.

Penggemar  Manchester United boleh bersuka-ria di Manchester United Experience Store, yang tidak hanya menjual merchandise klub sepakbola tersebut, melainkan juga menawarkan pengalaman berada di kamar ganti dan lorong menuju lapangan seperti di Old Trafford.  Bila punya uang agak lebih, habiskan 15 menit menyusuri kanal-kanal buatan di dalam Venetian Macau dengan gondola, ditemani pengayuh gondola yang tak hanya tampan-tampan dan cantik-cantik, melainkan juga pandai bernyanyi.  Pengayuh gondola saya, Agostino, bahkan bisa mendendangkan Bengawan Solo!  Mengingat selama ini cukup banyak juga turis dari Indonesia, para pengayuh gondola ini rupanya sudah mempelajari sejumlah sapaan seperti ‘selamat datang’, ‘apa kabar’… dan bahkan memuji ‘cantik’!

Bagian dalam Venetian

Salah satu kanal yang merentang di dalam Venetian Macau.

Bila agak lelah dengan kebisingan Macau atau Taipa, tumpangilah bis bernomor 15, 21, 21A, 26, atau 26A (sebagian di antaranya bisa Anda naiki dari halte bis dekat Senado Square) menuju daerah pedesaan di Coloane, yang masih senyap dan santai.  Udaranya lebih sejuk dan bersih karena terletak lebih tinggi daripada kota Macau.

Alun-alun Coloane.

Di tengah hari pun, Coloane sunyi-senyap, tak seperti Macau.

Di alun-alun Vila de Coloane (Desa Coloane), terdapat salah satu toko kue merangkap kafe yang menjadi tujuan utama orang mendatangi desa tersebut: Lord Stow’s.  Toko kue yang dirintis seorang Inggris, Andrew, yang mendapat julukan ‘Lord Stow’, menjual portuguese egg tart yang konon paling lezat di seluruh Macau, hasil racikan sang ‘tuan’.  Tak heran, Lord Stow’s berani menjual setiap potong egg tart buatan mereka seharga 8 dolar.  Sayang Andrew telah berpulang secara mendadak pada tahun 2006 akibat asma, namun kini keluarga dekatnya meneruskan usahanya.  Ada beberapa cabang di negara lain, seperti Hong Kong dan Taiwan, namun di Macau, Lord Stow’s hanya ada di Vila de Coloane.

Lord Stow's.

Papan nama Lord Stow’s Garden Cafe.

Bagian dalam Lord Stow's.

Meja layan Lord Stow’s.

Egg tart Lord Stow’s – juga buatan toko-toko lain di sekitar Senado Square – bisa tahan 3 hari, sehingga sebelum pulang ke Indonesia, Anda bisa membeli beberapa kotak untuk oleh-oleh.  Oya, makanan dan minuman lain di Lord Stow’s juga memanjakan lidah, misalnya saja homemade lemonade mereka yang kecut dan segar.  Waktu itu kami dilayani pelayan yang sangat fasih berbahasa Inggris, sehingga semakin senang saja kami kepada Lord Stow’s.

Hidangan Lord Stow's.

Sandwich tuna dan homemade lemonade Lord Stow’s.

Macau boleh kecil-mungil, namun banyak pengalaman yang bisa Anda dapatkan tanpa menguras banyak biaya, dan tanpa perlu menggulirkan dadu.

Warung Macau

Berbelanjalah di warung tepi jalan saat mengitari Macau…

Taman Macau

…dan bila lelah, beristirahatlah di salah satu taman atau alun-alun seperti ini.

12 Comments (+add yours?)

  1. Mel
    Nov 15, 2010 @ 09:28:00

    Hooo St. Paul nya cantik *_*
    kk saia jd lapar sama egg tart nya huuuhuuuhuuu. kapan2 mauh ke macau (sekalian China yg laen) h3

    Reply

    • lompatlompat
      Nov 16, 2010 @ 00:07:41

      Hehehe iyaaa, cantik ya Mel🙂 Gue juga dari feri ngeliat Cina Daratan, uuuuh pengen ke sanaaaa! KApan2 bisa tuh kita ke Macau, terus ke Hong Kong, masuk Cina lewat Senzhen… terus ke Tibet! Hehehe. Amiiin.

      Reply

  2. ayu
    Nov 22, 2010 @ 04:05:13

    Mau ke Macauuuu

    Reply

    • lompatlompat
      Dec 08, 2010 @ 02:16:06

      Yuk mari. Sering-sering cek web Mandala untuk dapat tiket murah ke Macau. Sejauh ini itu maskapai yang menawarkan penerbangan langsung paling murah dari Jakarta ke Macau.

      Reply

  3. nit
    Nov 27, 2010 @ 14:38:27

    mau tanya,…
    kalo mau eksplor macau terutama ambil angle foto2 , enaknya nginep di daerah venetian atau di pusat macaunya? agar transport bus gampang terutama utk malam hari. tks

    Reply

    • lompatlompat
      Dec 08, 2010 @ 02:15:02

      Halo Nit. Saya sarankan menginap di pusat Macau. Saya menginap di Ole London, bisa jalan kaki ke sebagian besar atraksi wisata Macau. Di sekitarnya juga banyak akomodasi lain dari yg paling murah sampai paling mahal, disesuaikan anggaran saja. Venetian pada dasarnya adalah kasino/shopping mall mewah raksasa yang jauh dari pusat Macau. Semoga membantu ya🙂

      Reply

  4. Merry go Round
    Dec 12, 2010 @ 02:09:48

    Hari ini saya berangkat ke Macau. Tadinya mau nginep di Sintra, tapi fully booked, jadi migrasi ke Metropole. Gonna share the story later🙂

    Reply

  5. hendry wong
    Apr 02, 2016 @ 03:49:34

    hai mbak tyas, tulisan nya membantu dan menarik. dln desember 2016 tepat nya antara Natal thn Baru ini saya dan keluarga berencana jln2 ke Macau. mengingat kami pergi sekitar 10 org temasuk anak keci dan ibu ibu. Boleh saya di kasih saran hotel , tranportasi dr bandara makau ke hotel (pesawat malam jam 19 atau 20.00 ).

    thanks

    hendry

    Reply

    • lompatlompat
      Apr 05, 2016 @ 08:38:34

      Halo Mas Hendry. Terima kasih sudah membaca dan berkomentar, tapi terus terang saya agak ragu menjawab karena sudah lama saya tidak ke Macau sehingga tidak tahu perkembangan terbaru di sana. Saya juga tidak tahu budget keluarga Mas Hendry. Apakah Mas sudah coba melihat-lihat di booking.com? Informasi setiap hotel seharusnya tersedia jelas di sana. Salam.

      Reply

      • hendry
        Apr 05, 2016 @ 13:04:58

        hai mbak Tyas.

        Thanks ya untuk info nya.Kebetulan sblum dpt jawaban Dr mbak Tyas saya iseng iseng buka agoda Dan sdh dpt hotel yg sesuai dgn budget saya.

        Salam

        Hendry

      • lompatlompat
        Apr 08, 2016 @ 05:45:30

        Ah, syukurlah kalau begitu, Mas! Selamat berlibur bersama keluarga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: