Angkutan Umum Dalam-Kota Bangkok

This post is about Thailand

Saya ini belum khatam soal Bangkok. Masih banyak seluk, beluk, dan lekuk kota menawan itu yang belum saya kunjungi. Namun saya ingin berbagi beberapa hal mengenai cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain di Bangkok, siapa tahu bisa membantu rekan-rekan yang hendak bepergian juga ke sana.

TAKSI
Bila tiba di suatu tempat yang belum pernah dikunjungi, kendaraan umum yang rasanya paling aman dan meyakinkan barangkali ya taksi. Taksi di Bangkok umumnya bagus-bagus, meskipun terkadang mobilnya sudah agak tua. Selain mobil sedan biasa, ada pula van, yang tentunya lebih nyaman bagi Anda yang pergi berombongan atau belanja banyak sekali.

Hanya saja, hati-hati. Seringkali taksi di Bangkok—seperti juga di Jakarta—ogah pakai argo. Mereka biasanya akan menawarkan harga tetap. Kalau Anda orangnya sangat hitung-hitungan, coba saja bersikukuh menggunakan argometer. Namun kalau Anda memang terbiasa memberi tip atau semacamnya kepada supir taksi, iyakan saja. Apa pasal? Kalau dikurs ke dalam rupiah, taksi di Bangkok sangat murah!

Misalnya saja, dari Shuvarnabhumi (bandara terbaru Bangkok yang keren sekali) ke Nana, Sukhumvit (daerah di tengah Bangkok yang menyenangkan sebagai tempat menginap) atau sebaliknya, supir bisa meminta 400-500 Baht. Dihitung-hitung, sekitar 120-150 ribu rupiah, padahal jarak yang ditempuh lumayan jauh. Pernah juga ketika kami naik taksi sehabis berpuas-puas mengarungi sungai di waktu malam, hendak pulang ke Nana yang cukup jauh dari hotel tempat kapal berlabuh, supir sengaja melambat-lambatkan taksi dan bahkan masuk jalur macet agar argonya menunjukkan 100 Baht… alias 30 ribu rupiah!

Yang perlu diwaspadai dari pengendara taksi (juga dari pengendara tuktuk) adalah tidak semua mengerti bahasa Inggris dengan cukup baik ataupun bisa membaca aksara Latin. Atau, kalaupun Anda merasa cukup percaya diri untuk membacakan alamat kepada supir, bisa-bisa Anda tidak dimengerti karena transliterasi aksara Thailand tidak bisa menggambarkan dengan tepat cara membaca dan cengkok bahasa Thai. Pernah saya mau bilang ‘Nana’ saja, supir taksi agak lama kebingungan, karena membaca ‘Nana’ itu ada cengkoknya sendiri (yang bisa Anda coba tiru dari suara pengumuman di BTS—lihat bawah).

Untuk amannya, carilah peta yang beraksara ganda (Latin dan Thai), atau sewaktu baru tiba di Bangkok, minta bagian informasi atau pengatur taksi untuk menuliskan alamat tempat Anda menginap dalam aksara Thai.

Pemandangan dari kursi belakang tuk-tuk.

TUK-TUK

Tuk-tuk adalah semacam bajaj, namun biasanya kanan-kiri dan belakangnya terbuka, hanya terlindungi atap. Ini angkutan khas Thailand, dan juga salah satu cara menyenangkan untuk menjelajahi Bangkok. Supir biasanya bisa berbahasa Inggris meski secukupnya, dan mereka juga tahu banyak tempat kunjungan wisata yang pantas disinggahi. Dan yang jelas, tuk-tuk murah. Kami, bertiga, pernah diantar berkeliling ke sejumlah tempat dari Grand Palace sampai ke stasiun BTS Victory Monument hanya dengan harga 70 Baht alias 21 ribu-an—pengalaman ini akan saya kisahkan kali lain.

Hotel seringkali menyediakan tuk-tuk gratis ke stasiun BTS terdekat, jadi coba saja cek kalau-kalau layanan ini tersedia di hotel/penginapan Anda.

Hanya saja, bila Anda tidak tahan naik kendaraan kecil yang ngebut gila-gilaan, sebaiknya hindari saja tuk-tuk, bisa-bisa Anda mual gara-gara manuver luar biasa supirnya!

Salah satu stasiun BTS.

BTS DAN SUBWAY

Bangkok pernah—dan masih—terkenal karena kemacetannya yang luar biasa. Namun sejak kehadiran BTS (layanan skytrain Bangkok) dan subway, keadaan itu lumayan bisa teratasi. Buat wisatawan, kedua kereta dalam kota ini bisa menjadi cara mudah dan murah berkeliling Bangkok ke beberapa tempat, karena stasiun-stasiun BTS dan subway ditempatkan di lokasi-lokasi strategis. Anda bisa mencapai tempat-tempat seperti Lumpini Park, pasar akhir minggu Chatuchak, mal superbesar Siam Paragon (salah satu tempat andalan kami mencari makanan halal), Hotel Asia tempat pertunjukan musikal waria, ataupun dermaga kapal hanya dengan menaiki BTS dan subway dan turun di stasiun-stasiun yang tepat. Saat ini ada dua jalur BTS (Sukhumvit dan Silom) dan satu jalur subway yang berpotongan di beberapa stasiun.

Saya ingat ada kisah tentang orang-orang Indonesia yang pergi ke Singapura namun tidak pernah menaiki MRT karena tidak tahu caranya. Nah, dengan tulisan ini, saya harap saya bisa membantu Anda yang hendak menaiki BTS ataupun subway.

Pertama-tama, tentu saja, datangi stasiun terdekat. Stasiun BTS terletak di atas jalanan, sehingga Anda perlu menaiki tangga atau eskalator dulu, yang terkadang lumayan tinggi. Stasiun subway, sebaliknya, berada di bawah tanah. Hati-hati, ada eskalator yang bergeraknya cepat sekali. Di stasiun-stasiun seringkali banyak jajanan yang menggoda untuk dicoba, dan peta terbaru jalur BTS dan sekitarnya juga tersedia gratis. Di beberapa stasiun juga ada kantor pariwisata yang bisa membantu Anda yang kebingungan sekaligus menjual kartu pos menarik (prangkonya bisa Anda beli di kantor pos atau 7 Eleven).

Sampai di stasiun BTS, lihat kode nomor yang diberikan untuk stasiun tujuan Anda. Semakin jauh tempat tujuan, semakin mahal harga tiket yang Anda harus bayar. Misalnya, katakanlah dari stasiun X ke Y Anda perlu membayar 15 Baht, dengan kode nomor 3. Di mesin tiket, tekan angka 3, lalu masukkan koin sejumlah 15 Baht. Jika Anda tidak punya koin, bisa tukar dulu di kasir. Akan keluar tiket magnetik yang harus Anda masukkan ke slot di pintu masuk. Tiket itu akan keluar lagi, dan harus Anda pegang sampai tiba di tempat tujuan, jangan sampai hilang. Di tempat tujuan, masukkan tiket itu lagi di pintu keluar agar pintu bisa terbuka. Kali ini, tiket tidak kembali ke tangan Anda, kecuali bila Anda pemegang kartu tiket terusan (yang juga bisa Anda beli di kasir).

Sistem pertiketan subway mirip BTS, hanya saja bentuk tiketnya adalah token bulat dan kecil. Saya justru ngeri betul dengan token ini, karena terasa mudah jatuh menggelinding dan hilang. Subway merupakan cara bagus untuk mengunjungi tempat-tempat seperti Queen Sirikit National Convention Centre, tapi maklum, namanya juga subway, tidak akan banyak pemandangan yang bisa Anda lihat selama perjalanan.

Salah satu pemandangan yang bisa terlihat dari kapal yang melintasi Chao Praya.

RIVER CRUISE

Kalau mau gampang, dari tempat menginap naik taksi atau tuk-tuk saja ke Grand Palace, salah satu objek wisata wajib kunjung di Bangkok. Namun kalau mau pengalaman tersendiri yang tidak bakal terlupakan, cobalah tiket wisatawan untuk menyusuri Chao Praya!

Chao Praya, sungai terbesar di Bangkok, adalah urat nadi kota Bangkok sejak zaman dahulu kala. Banyak orang yang lebih memilih bepergian lewat sungai untuk menghindari macet. Bangunan-bangunan bersejarah, hotel-hotel nyaman, dan gedung-gedung penting banyak yang dibangun di kedua sisi Chao Praya. Oleh karena itu, memang kurang afdol rasanya ke Bangkok tanpa mencoba menyusuri sungai ini dan melihat pemandangan mengagumkan di kiri dan kanan sungai.

Naiklah BTS ke stasiun Saphan Taksin (kode stasiun S6). Turun dan keluar dari stasiun, langsung menuju dermaga dengan berjalan kaki. Di dermaga, Anda bisa membeli tiket untuk kapal yang berbeda-beda, namun untuk wisatawan, ada baiknya membeli tiket terusan sehari seharga 150 Baht (kurang-lebih 45 ribu). Dengan tiket tersebut, sejak pukul 9.30 sampai 15.00 Anda boleh berulang-kali naik-turun kapal dari satu dermaga ke dermaga lain. Bersama tiket, Anda juga akan memperoleh peta dan buku panduan yang menunjukkan objek-objek apa saja yang bisa Anda datangi di setiap dermaga.

Misalnya, bila ingin ke Grand Palace, naiklah dari Saphan Taksin menuju dermaga Maharaj/Tha Chang. Turun, tembuslah pasar yang ada di depan dermaga (sambil berbelanja juga, mungkin? Adik saya menemukan fedora berkualitas bagus dengan harga murah di situ), sampai di jalan besar, jalan ke kanan beberapa ratus meter, dan Anda sudah akan berada di kompleks Grand Palace, yang kapan-kapan akan saya ceritakan lebih lanjut.

Bila Anda tidak ada kegiatan khusus di malam hari, boleh juga berlayar sambil makan malam. Anda bisa mencoba bantuan orang hotel atau birowisata untuk memesankan tempat (yang, ngomong-ngomong, cukup mahal, namun sepadanlah dengan pengalaman yang Anda peroleh). Kapal biasanya akan berlayar bolak-balik menyusuri Chao Praya (dengan jarak tempuh yang lebih jauh daripada kapal turis siang hari), dan Anda bisa bersantap malam di dek atas sambil menyaksikan pemandangan malam yang mengesankan. Tidak perlu khawatir tidak bisa melihat apa-apa, karena bangunan-bangunan penting di sepanjang sungai sengaja disinari lampu sorot di malam hari, memberikan nuansa magis; perasaan yang Anda dapatkan akan berbeda dengan saat siang hari.

KERETA API
Direncanakan akan ada jalur kereta dari Shuvarnabhumi sampai ke dalam kota Bangkok, bersambung dengan BTS, namun sayang terakhir kali saya ke sana, jalur tersebut belum dioperasikan secara resmi. Mungkin kapan-kapan saya, atau Anda, bisa mencobanya.

BIS
Satu-satunya moda angkutan umum yang belum saya coba di Bangkok adalah bis, namun konon buat wisatawan memang bis umum kurang disarankan. Selain masalah keamanan, juga masalah kenyamanan. Mungkin Anda sudah pernah menaiki bis di Bangkok? Bagaimana menurut Anda?

Bagaimana? Semoga pengalaman yang saya bagi ini membantu Anda untuk berani menyusuri Bangkok sendiri dengan angkutan umum.

O ya, jangan lupa—senyum! Memperlihatkan kemarahan adalah tabu di Thailand. Dan seharusnya, mengingat di Bangkok kejahatan serius yang banyak terjadi paling-paling prostitusi dan pencopetan, masih lebih banyak alasan bagi Anda untuk terus tersenyum selama kunjungan Anda di Bangkok.

Rate this:

2 Comments (+add yours?)

  1. Titi
    Jul 20, 2011 @ 10:08:01

    Bis di Bangkok mirip bis-bis PPD or mayasari bhakti di Jakarta, yg jurusannya pun mesti nanya2. Saya pikir stamina orang Bangkok kuat2 kyknya krn jendela bis2nya terbuka lebar plus didalamnya ada kipas angin. Apa ga pd masuk angin ya? hehhee

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: