
Kapan sebaiknya mengunjungi Hong Kong?
Pokoknya, asal jangan musim badai. Panas dan dingin relatif masih bisa diatasi, tapi tidak badai. Segala kegiatan bisa-bisa terhenti bila badai sedang melanda Hong Kong dan sekitarnya. Jadi, cek terlebih dahulu apakah pada tanggal yang Anda kehendaki musim badai sedang berlangsung atau tidak – kecuali bila memang gejolak adrenalin Anda membuat Anda ingin merasakan seperti apa sih badai di Hong Kong itu. November-Desember mungkin bisa jadi pilihan bagus. Atau, bila sasaran utama Anda adalah Disneyland, coba cari tanggal di sekitar/saat peristiwa penting macam Hallowe’en dan Natal, karena Disneyland akan semakin mempercantik diri agar sesuai dengan tema hari tersebut.

Langit musim dingin Hong Kong

Suasana Natal di Main Avenue Disneyland
Untuk merasakan pengalaman budaya yang juga unik, pastikan Anda ada di Hong Kong pada hari Minggu, ketika wilayah ini berubah menjadi ‘Indonesia Mini’. Saat itu, saudara-saudari kita yang bekerja di sana memperoleh hari libur dan keluar beramai-ramai untuk beraktivitas bersama dan bersilaturahmi. Bahasa-bahasa dari Indonesia mudah terdengar di dalam kereta, bis, Victoria Park, Masjid Kowloon, dan lain sekitarnya. Ini membuat saya berpikir-pikir mengenai apa betul sebuah kebudayaan baru sedang terbentuk melalui hubungan yang terjalin antara tenaga kerja Indonesia dan anak-anak yang mereka asuh.

Masjid Kowloon – hanya beberapa langkah dari salah satu pintu keluar stasiun kereta Tsim Sha Tsui.

Bagaimana mengunjungi Hong Kong?
Maskapai-maskapai seperti Garuda Indonesia dan Cathay Pacific memiliki jalur penerbangan langsung dari Jakarta ke Hong Kong. Untuk maskapai yang lebih murah, bisa pilih Mandala Air (seperti yang saya lakukan). Bila hendak menggunakan AirAsia, dari Jakarta harus menuju kota lain dulu seperti Kuala Lumpur. Rencananya, tahun 2011 AirAsia akan membuka jalur langsung Medan-Hong Kong.
Mandala Air juga terbang ke Macau, dan mungkin Anda ingin mengunjungi satu lagi wilayah administrasi khusus Cina ini terlebih dahulu atau sesudah menyambangi Hong Kong. Hong Kong dan Macau dihubungkan oleh feri dengan frekuensi antara setengah jam sampai satu jam sekali, tergantung siang ataukah malam. Harga feri sekali jalan juga berbeda-beda tergantung waktu – malam tentunya lebih mahal. Ada beberapa perusahaan yang melayani rute HK-Macau dengan kualitas dan harga tidak jauh berbeda.

Asal hati-hati saja memilih feri yang tepat menuju terminal yang Anda kehendaki di Hong Kong: apakah yang akan berlabuh di Hong Kong-Macau Ferry Terminal, Hong Kong Island (bila Anda hendak menuju The Peak, Museum Lilin Madame Tussaud, atau naik kereta ekspres menuju Disneyland) ataukah di China Ferry Terminal, Kowloon (di mana Anda bisa menelusuri Avenue of Stars, Museum Antariksa, Museum Seni, Museum Sejarah, Masjid Kowloon, Kowloon City, dan Mongkok).
Kecuali Anda meminta khusus, petugas karcis akan memberikan tiket feri yang paling dekat dengan waktu Anda membeli. Pemeriksaan imigrasi di terminal feri Hong Kong dan Macau sigap memeriksa dan melewatkan penumpang, sehingga tidak perlu khawatir akan ketinggalan feri selama Anda memastikan diri tidak bermasalah.
Naik feri asyik, cepat, dan menawarkan pemandangan indah dari jendela, namun hati-hati bila Anda mudah mabuk. Saya sendiri tidak mudah mabuk, namun pernah kombinasi dari arus laut yang kencang, feri yang ngebut, dan perut yang kosong tak urung membuat saya puyeng juga. Keadaan saya membaik setelah lambung saya diganjal dengan mi instan yang dijual di atas feri.
Sementara dari Cina daratan, ada beraneka ragam mode transportasi seperti feri dan bis.
Bagaimana berkeliling di dalam Hong Kong?
Pertama-tama, tentu jangan lupa memastikan alamat dan mencek lokasi tempat-tempat yang ingin Anda kunjungi di Google Maps. Dengan cara ini, Anda bisa menimbang-nimbang mode transportasi terbaik yang bisa Anda gunakan.

Manfaatkan kartu Octopus, kartu transportasi (dan belanja) yang praktis dan menawarkan potongan harga di berbagai tempat. Contohnya, tanpa kartu Octopus, tiket sekali jalan dari stasiun Mongkok ke Tsim Sha Tsui adalah HKD 5, yang harus Anda beli di mesin tiket otomatis. Bila menggunakan si kartu gurita, harga tiket yang akan dipotong otomatis dari kartu Anda yang disentuhkan ke layar khusus di pintu masuk dan keluar, adalah HKD 4,5.
Begitu tiba di salah satu gerbang masuk Hong Kong, carilah penjual kartu Octopus (misalnya loket layanan pelanggan di stasiun kereta atau toko waralaba). Bila bukan edisi koleksi yang bisa disimpan terus, kartu Octopus ‘pinjaman’ (on-loan) dihargai HKD 150 pada pembelian pertama. HKD 50 di antaranya adalah uang jaminan yang akan dikembalikan sewaktu Anda memulangkan kartu Anda, sementara 100-nya bisa Anda manfaatkan.
Bila isi kartu habis, tinggal Anda isi ulang di mesin yang tersedia di stasiun kereta atau di toko waralaba. Bila Anda tak sempat mengisi namun kredit kartu Octopus sudah mengenaskan, kartu Anda bisa bernilai minus, kok. Nilai minus itu akan ditambal oleh pengisian ulang berikutnya atau dipotong dari uang jaminan Anda. Saat pemulangan kartu, ada pemotongan biaya pengembalian kartu sebesar HKD 7.
Bila Anda menggunakan feri dan tiba di terminal Hong Kong Island, bila merasa lebih sreg daripada menggunakan bis atau taksi, Anda bisa berjalan sedikit untuk mencapai stasiun kereta Sheung Wan atau Hong Kong (dan dari situ Anda bisa meneruskan melalui lorong bawah tanah ke Central).

Sementara saat mendarat di terminal feri Kowloon, Anda bisa langsung menaiki bis atau taksi yang menanti di sebelah bawah terminal. Bila bugar dan punya banyak waktu, susuri saja tepi laut ke arah selatan, melewati menara jam, dermaga feri internal Hong Kong yaitu Star Ferry Piers dan Kowloon Public Piers (tempat Anda bisa memperoleh feri menuju pulau-pulau lain di wilayah Hong Kong), melewati Museum Seni dan Museum Antariksa, sampai tiba di Avenue of Stars, di mana Anda bisa menyaksikan cap-cap tangan para pelaku dunia perfilman Hong Kong dan patung Bruce Lee. Dari Avenue of Stars, Anda bisa berjalan kaki (lagi) menuju salah satu dari dua stasiun MTR terdekat, Tsim Sha Tsui atau East Tsim Sha Tsui.

Star Ferry Piers

Menara Jam

Avenue of Stars
Bila Anda tiba melalui bandar udara HKIA, saya tidak menyarankan taksi bila ingin berhemat. Misalnya saja, dari HKIA ke Kowloon bisa habis HKD 300 sekali jalan. Manfaatkan bis – jaringan bis dan bis mini Hong Kong sangat baik. Informasi rute yang tersedia di situs perusahaan-perusahaan bis sangat terperinci, termasuk memaparkan foto masing-masing halte tempat setiap bis berhenti dan harga yang harus Anda bayarkan. Huruf depan kode bis biasanya adalah A atau E, namun bis-bis ini beroperasi hanya sampai tengah malam. Selepas tengah malam, Anda harus mencari bis malam dengan kode N. Misalnya, pukul 1 siang, dari bandara ke Mongkok Anda bisa menggunakan bis A21, sementara pada pukul 1 malam Anda harus mencari bis N21.

Peringatan bila menggunakan bis: sediakan uang pas, karena di bis tidak ada kembalian. Kalau tiket bis adalah HKD 23 sementara Anda hanya punya pecahan HKD 30, ya HKD 7 itu akan melayang. Pesan moralnya: di Hong Kong, uang receh sangat penting.

Di dalam salah satu gerbong Airport Express.
Cara praktis lain menuju kota dari bandara adalah menggunakan Airport Express. Kereta khusus ini hanya berhenti di 5 perhentian, yaitu Asia World-Expo, HKIA, Tsing Yi, Kowloon, dan Hong Kong Station. Harga tiket bolak-balik adalah HKD 100 tanpa kartu Octopus dan HKD 72 dengan kartu Octopus. Biasanya juga ada potongan harga lagi untuk hadirin acara di Asia World-Expo (cek saja laman transportasi di situs loka tersebut). Saya pernah dapat tiket bolak-balik Hong Kong Station-Asia World-Expo (berlaku satu hari) dengan harga hanya HKD 48 dengan kartu Octopus.
Bila Anda hendak menuju Disneyland Resort, naikilah MTR jalur Hong Kong Station-Tung Chung. Turun di Sunny Bay, berpindah ke kereta ekspres Disney dengan wujud yang pasti langsung memikat hati para penggemar Disney. Anda bisa menggunakan kartu Octopus, ataupun membeli tiket bolak-balik seharga HKD 50 yang bisa disimpan sebagai kenang-kenangan.

Menanti Disneyland Express di stasiun Sunny Bay.

Anda pasti kenal siapa yang punya kepala berbentuk seperti jendela itu!
Peta jaringan kereta Hong Kong bisa Anda peroleh di situs resmi perusahaan kereta dalam-kota HK, MTR (Mass Transit Railway).
Bila sasaran Anda adalah The Peak, di mana Anda bisa mengamati HK dari ketinggian dan memuaskan rasa tak kesampaian bertemu langsung bintang terkenal di Madame Tussaud, Anda bisa naik bis yang menyusuri jalan menanjak berliku-liku, atau naik tram khusus The Peak. Perhatikan tiket yang Anda beli, dan jangan keburu mengomel ketika harus membayar mahal, karena tiket ada bermacam-macam. Ada tiket yang untuk naik tram The Peak saja, atau yang sekaligus dipaketkan dengan tiket masuk ke Sky Terrace, Madame Tussaud, ataupun tiket bis wisata hop on-hop off sepuasnya di Hong Kong Island.

The Peak, yang sebetulnya tidak di puncak-puncak banget.

Hong Kong dilihat dari bis yang sedang mendaki menuju The Peak.

B-beb-beb-beb Bruuuuce!

Trem dan taksi di Hong Kong.
Bagaimana dengan taksi? Taksi yang beroperasi di wilayah HK berbeda-beda , ditandai oleh tiga macam warna bodi:
- merah, yaitu taksi perkotaan.
- hijau, taksi New Territories.
- biru, taksi wilayah Lantau.
Yang perlu Anda ingat, tak semua supir taksi HK:
- bisa berbahasa Inggris,
- (boro-boro berbahasa Inggris) bisa membaca huruf Latin pun tidak,
- cukup ramah untuk tak mengomel di hadapan Anda dengan bahasa Kanton/Putonghua yang tak Anda mengerti.

Pernah saya menunjukkan sebuah alamat ke supir taksi. Pertama-tama saya mengajaknya berbicara dalam bahasa Inggris, dan dia menyahut ‘no English’. Oh, oke. Toh saya sudah menyiapkan alamat yang saya tuju dalam tulisan Cina. Dia mengomel sedikit, tampak kesal karena harus repot mengeluarkan kacamatanya untuk membaca. Setelah membaca, eh dia terus mengomel dalam bahasa Kanton dengan nada keras. Mungkin kesal karena ternyata tempat tujuan saya itu dekat, tak sampai HKD 40 biayanya. Saya juga ikut sebal, karena merasa si supir kok tidak sopan sekali. “Kalau ini supir taksi Jakarta, sudah saya ajak berantem, nih,” pikir saya. Yah, mungkin ini hanya beda budaya, dan kita sebaiknya siap-siap saja menghadapi yang beginian, tak perlu dimasukkan ke hati atau dipakai menjadi acuan menilai Hong Kong secara keseluruhan.
Di mana sebaiknya menginap di Hong Kong?
Kalau ingin berhemat, banyak hotel, guest house, atau hostel murah bertebaran di Hong Kong, terutama di sekitar jalur stasiun Tsim Sha Tsui sampai Prince Edward. Jangan kaget dulu bila alamat hostel yang telah Anda pesan ternyata mengantarkan Anda ke sebuah gedung tinggi yang tampak agak kumuh dan tidak meyakinkan. Oleh karena tanah di Hong Kong sudah langka, mau tak mau pembangunan harus diarahkan ke atas. Satu bangunan bisa ditempati oleh sejumlah hostel berbeda, mungkin juga bersama-sama toko, tempat tinggal, dan kantor. Meski bagian luar gedung barangkali membikin hati agak ciut, hostel-hostel ini biasanya , aman, dan berfasilitas cukup lengkap.

Ya toh? Sekilas tidak meyakinkan…
Hostel yang bisa saya sarankan adalah Ah Shan Hostel yang terletak di Argyle Street, dekat sekali dengan stasiun MTR Mongkok (keluar-masuk lewat pintu D1). Hostel ini dimiliki sepasang suami-istri Indonesia yang masih bisa berbahasa Indonesia dengan lancar, sehingga memudahkan komunikasi. Harga kamar terhitung murah untuk ukuran Hong Kong, antara HKD 250 sampai 350, tergantung kapasitas dan sedang peak season atau tidak.

Fasilitas hostel ini antara lain: di setiap kamar ada jaringan Wi-Fi gratis, televisi (meski mungkin saluran berbahasa Inggris hanya ada satu atau dua, tapi apa Anda datang ke HK demi menonton TV?), air panas untuk mandi, sabun dan sampo, serta AC. Handuk bersih bisa Anda pinjam, gratis. Di lobi juga ada 2 PC yang bisa dipakai bergantian untuk berinternet-ria. Air minum bebas Anda ambil dari dispenser.
Makan apa nih di Hong Kong?
Bila mau murah, 7-Eleven akan selalu menjadi penyelamat Anda. Seporsi nasi di HK terhitung besar untuk ukuran orang Indonesia, sehingga bisa dimakan berdua. Lumayan kan, HKD 16 dibagi berdua untuk sekali makan? Hanya saja, yang perlu diingat: toko waralaba di HK tak selalu memberikan sumpit, sendok, atau kantong belanja, sehingga Anda sebaiknya selalu membawa peralatan makan sendiri. Kantong plastik dihargai 50 sen selembar di 7-Eleven – agar lebih murah dan ramah lingkungan, mengapa tak membawa tas belanja sendiri?
Ada sejumlah (jaringan) restoran berlabel halal, antara lain Popeye. Restoran atau kedai halal juga banyak terdapat di sekitar Masjid Kowloon.
Kalau kita pandai-pandai mengatur anggaran, Hong Kong bisa jadi tempat tujuan wisata yang lebih murah daripada Singapura. Paling-paling yang lebih mahal adalah tiket pesawat ke sana, namun ini pun bisa disiasati dengan membeli tiket penawaran murah.

Pemandangan dari Starbucks di Avenue of Stars.